January 24, 2008

Terima Kasih Dosen-dosenku…

Filed under: science

Jumat yang lalu, tanggal 18 Januari 2008, tepatnya pukul 18.00 sore, ujian akhir semester untuk mata kuliah Kimia Zat Padat dan Komputasi berakhir. Berarti tidak ada ujian akhir semester lagi karena tidak ada lagi mata kuliah yang akan saya diambil untuk semester berikutnya. Yang tersisa seminar hasil penelitian dan ujian komprehensif trus sarjana. Sebagian beban telah terlewatkan, Alhamdulillah. Sekarang saya sedang sibuk mengumpulkan data dan membuat makalah seminar hasil penelitian. Tidak salahnya pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada para dosen-dosen Jurusan Kimia Unand yang telah berbagi ilmu dan membimbing saya sejak semester satu sampai semester akhir :
1. Prof. Dr. Abdi Dharma, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bahasa Inggris I, II dan Ilmu Lingkungan.
2. Drs. Adlis Santoni, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Fisik
3. Dra. Admi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II
4. Dr. Admin Alif, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Dasar-dasar Kimia Analitik, Kinetika dan Katalisis dan memberi saya saran, bagaimana caranya menentukan laju alir gas CO2 pada penelitian saya.
5. Drs. Afrizal, MS
6. Drs. H. Amri Napis, MS
7. Dra. Armaini, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Teknologi Bahan Makanan
Drs. Bustanul Arifin, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Bahan Alam, Kimia Organik Lanjut, Dasar-dasar AMDAL
8. Dra. Deswati, MS,
9. Dr. Djaswir Darwis, MS DEA, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kewirausahaan, Kimia Organik Fisik
10. Dr. Djufri Mustafa, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II dan pembimbing saya pada KPST
11. Prof. Dr. H. Edison Munaf, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Analisis Spektrometri
12. Dra. Elida Mardiah, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia I, II dan pembimbing saya pada seminar literatur.
13. Drs. Emdenis, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II
14. Prof. Dr. Emriadi, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I
15. Prof. Dr. Hamzar Suyani, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Dasar I, II, Spektroskopi atom.
16. Drs. Hasnirwan, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Lanjut, membantu saya pada urusan administrasi akademik dan penguji pada seminar KPST.
17. Prof. Dr. Hazli Nurdin, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Lanjut, Toksikologi Bahan Makanan
18. Dr. Hermansyah Aziz, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika II, Fotokimia, dan les Bahasa Prancis.
19. Dra. Indrawati, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara-cara Analitik Khusus
20. Imelda SSi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Kimia Zat Padat dan Komputasi, Struktur Kereaktifan Anorganik, dan Dosen Penguji pada seminar Proposal Penelitian.
21. Mai Efdi, SSi, MSi
22. Dra. Marniati Salim, MS
23. Dra. Masdiaty M.
24. Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Komposit dan Pembimbing I pada penelitian saya
25. Drs. Norman Ferdinal, MSi
26. Olly Norita Tetra, SSi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II, Penentuan Struktur Molekul dan Praktikumnya.
27. Dra. Rahmayeni, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik I, II, Struktur dan Kereaktifan Anorganik.
28. Prof. Dr. Hj. Rahmiana Zein, MSc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Manajemen Laboratorium, Ilmu Lingkungan
29. Dra. Refilda, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah
30. Dra. Refinel, MSi,
31. Drs. H. Rizal Fahmi, MS
32. Dr. Hj. Safni, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara Pemisahan dan elektroanalisis
33. Prof. Dr. H.M Sanusi Ibrahim, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik I, II, Kimia Organik Lanjut, Etika dan Metodologi Penelitian Kimia.
34. Drs. Sjofiadi Djoelin
35. Prof. Dr. Sumaryati Syukur, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia I, Biokimia II, Bioteknologi, Teknik Penelitian Biokimia dan Dosen Penguji pada Seminar Literatur.
36. Dr. Syukri Arief, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Struktur dan Kereaktifan Anorganik, Kimia Material, Kimia Katalis Anorganik, Komposit dan Dosen Pembimbing II pada penelitian saya.
37. Dr. Syukri Darajat, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bioanorganik dan Sharing pengalaman di Jerman
38. Syafrizayanti, MSi, beliau Dosen Penguji pada Seminar Literatur
39. Prof. Dr. Theresia Sita Kusuma, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Dasar I, II, Kimia Fisika I, II, Kimia Zat Padat dan Komputasi
40. Dra. Umiati Lukman, MSi
41. Upita Septiani, SSi, MSi
42. Yefrida, SSi, MSi
43. Drs. Yeni Stiadi, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Zat Padat dan Komputasi
44. Dra. Yetria Rilda, MS
45. Drs. Yulizar Yusuf, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Spektroskopi Atom
46. Prof. Dr. H. Yunazar Manjang
47. Dra. Yuniartis
48. Drs. Yusri Gondok, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bioanorganik, Kimia Anorganik I, Kimia Katalis Anorganik
49. Yulia Eka Putri, MSi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II
50. Dra. Hj. Zaharasmi Kahar, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II
51. Drs. H. Zaimi Abdullah, MS
52. Drs. Zamzibar Zuki, MP, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Lingkungan
53. Drs. Hj. Zilfa, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Statistika
54. Drs. Zulfarman, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara Pemisahan dan Elektroanalisis, dan Kimia Lingkungan
55. Zulhadjri, SSi, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Kimia Material
56. Drs. Zulkarnain Chaidir, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia II dan Pembimbing Akademik saya.

شكرا جزيلا, Merci beaucoup, thank you very much, Muchas gracias, Dank u, Ευχαριστω πολυ, Muito obrigado, Большое спасибо, terimakasih banyak atas semuanya. Semoga pahala amalnya senantiasa mengalir. Amin

September 11, 2007

Expelledthemovie : Membongkar Tirani Evolusionis di Layar Lebar

Filed under: science

Tanggal 12 Februari 2008 mendatang adalah hari bersejarah bagi evolusionis di dunia. Pasalnya, itulah hari lahir sang bapak teori evolusi, Charles Darwin. Namun di ulang tahun ke-199 Darwin itu para Darwinis boleh jadi bakal geram dan cemas lantaran aib mereka bakal dibongkar besar-besaran di depan khalayak ramai. Kali ini bukan melalui debat, konferensi, buku atau sarana biasa, melainkan melalui tayangan perdana film layar lebar Hollywood berjudul „”Expelled: No Intelligence Allowed“ (Dikeluarkan: Kecerdasan Dilarang).

Film non-fiksi ini akan dibintangi tokoh terkenal Ben Stein, yang membongkar sisi gelap para evolusionis di lembaga ilmiah dan akademis. Didasarkan pada fakta sesungguhnya yang kini terjadi, film dokumenter ini mengungkap para profesor yang menindas para ilmuwan kolega mereka yang berani mempertanyakan keabsahan teori evolusi, teori kebetulan yang menolak adanya penciptaan cerdas di alam.

Bersitus resmi di www.expelledthemovie.com, tayangan ini bukanlah sekedar komedi keluaran terakhir Hollywood. Ini adalah film dokumenter baru berdasarkan fakta nyata di lapangan. Expelled akan mengguncang siapa pun yang selama ini berpandangan bahwa semua ilmuwan memiliki kebebasan dalam meyakini kebenaran berdasarkan bukti, ke mana pun bukti itu mengarah.

Sebagaimana dipaparkan situs berita terkenal PRNewswire, 22 Agustus 2007, di balik film ini terdapat perusahaan ternama di dunia perfilman. Pemasaran film keluaran Premise Media ini, misalnya, dilakukan oleh Motive Entertainment, perusahaan yang melambungkan film terkenal The Passion of the Christ, Polar Express dan The Chronicles of Narnia. Selain itu, pendistribusiannya dilakukan oleh perusahaan Rocky Mountain Pictures, yang telah mendulang banyak sukses.

Bau Busuk di Pekarangan Evolusionis
Dikisahkan, pemeran utama film Expelled, si Ben Stein, sedang dalam petualangannya untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar yang pernah diajukan: Apakah kita dirancang , diciptakan? Ataukah kemunculan dan keberadaan kita sekedar hasil akhir dari kubangan lumpur purba yang tersambar petir, sebagaimana dinyatakan teori evolusi?

Selain seorang pengacara, pakar ekonomi, mantan penulis pidato presiden AS, Stein yang bersitus pribadi di http://www.benstein.com juga adalah seorang pengarang dan pengamat sosial. Dalam film itu, Stein kaget dengan apa yang tersingkap dalam petualangannya. Ia menemukan bahwa segolongan kalangan elit di lembaga-lembaga ilmiah bersikap dogmatis.

Lebih buruk lagi, Stein menyingkap bahwa kelompok elit ini menindas sederetan ilmuwan biologi, astronomi, kimia dan para filsuf. Nama baik mereka dirusak, karir mereka dihancurkan hanya karena mereka berseberangan dengan atau mempertanyakan teori evolusi. Lingkaran elit tersebut sama sekali tidak mengizinkan kritik terhadap teori mutasi acak dan seleksi alam yang menjadi tulang punggung teori evolusi Darwin.

Sisi gelap yang disingkap dalam film ini di antaranya adalah adanya para pengajar dan ilmuwan yang dilecehkan, tidak diperpanjang masa jabatannya, bahkan dipecat hanya karena mereka percaya bahwa ada „perancangan“ di alam. Dengan kata lain mereka didzalimi lantaran sekedar mempertanyakan dan menentang pemikiran bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada sebagai hasil dari peristiwa tidak sengaja, tidak diciptakan, secara kebetulan dan acak, sebagaimana doktrin evolusi.

Korban-Korban Tirani Evolusionis
Richard Sternberg, pakar biologi dengan dua gelar Doktor termasuk yang ditemui Stein dalam film itu, papar situs berita PRNewswire. Dia adalah korban kebrutalan para evolusionis dogmatis ini. Ia telah meluluskan tulisan ilmiah yang memaparkan bukti-bukti adanya kecerdasan di alam semesta untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Kasus ini telah menjadi buah bibir media massa. The Washington Post, misalnya, menulis di terbitannya tanggal 19 Agustus 2005: “Richard Sternberg dicerca para ilmuwan di [lembaga] Smithsonian seputar tulisan yang mempertanyakan teori evolusi.“

Tak lama setelah penerbitan tulisan ilmiah itu, para staf dari National Center for Science Education dan Smithsonian Institution, tempat Sternberg bekerja, mulai melakukan tindakan pencorengan nama baik dan pelecehan agar sang ilmuwan muda berbakat itu dipecat dari jabatannya. Kebrutalan terhadap kebebasan ilmiah ini sedemikian parah hingga memicu penyelidikan konggres.

Ilmuwan lain yang ditemui Stein dalam petualangannya adalah pakar astrobiologi Guillermo Gonzalez, yang perpanjangan masa jabatannya ditolak di Iowa State University meskipun catatan prestasinya sangat gemilang. Alasannya, Gonzalez memaparkan adanya perancangan yang ia amati di jagat raya.

Korban penganiayaan oleh evolusionis lain adalah Caroline Crocker, dosen cerdas mata kuliah biologi di George Mason University. Ia dipaksa hengkang dari universitasnya hanya karena memperbincangkan singkat tentang hal-hal bermasalah seputar teori Darwin. Alasan lainnya adalah karena sang dosen memberitahu para mahasiswanya bahwa sebagian ilmuwan yakin tentang adanya perancangan cerdas di alam semesta.

Daftar para korban tirani evolusionis ini terus bertambah. Nama para korban yang disebutkan di film ini adalah nyata dan kedzaliman itu benar-benar telah terjadi.

Menampilkan Pendapat Berseberangan
Expelled menampilkan bukan hanya orang-orang yang memiliki pendapat sepihak Film ini memunculkan pula ilmuwan evolusionis seperti pakar biologi berpengaruh PZ Myers dan Eugenie Scott, ketua lembaga terkenal pembela teori evolusi National Centerfor Science Education. Selain itu ditampilkan pula Richard Dawkins, biologiwan ateis asal Inggris sekaligus pengarang buku The God Delusion (Khayalan tentang Tuhan).

Selama 2 tahun para pembuat film Expelled melanglang buana mewawancarai banyak ilmuwan, doktor, filsuf dan para tokoh publik. Yang mereka temukan sungguh mengejutkan: kebebasan berpikir, kebebasan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan telah ditindas dari sekolah-sekolah tinggi, universitas-universitas dan lembaga-lembaga ilmiah yang didanai oleh uang rakyat.

Film ini layak untuk tidak dilewatkan, bagi siapa saja yang ingin melihat sisi gelap para evolusionis dogmatis di abad modern ini. Selengkapnya, saksikan informasi lebih lanjut beserta penggalan film ini di situs resminya: http://www.expelledthemovie.com [cr/hid/www.hidayatullah.com]

September 3, 2007

Kekuatan Baru Penentang Darwin

Filed under: science

Bertahun-tahun, Harun Yahya berada di barisan pertama orang-orang yang gigih mengimbangi `doktrin’ evolusi Darwin. Puluhan buku ditulis ilmuwan asal Turki ini untuk memberi sudut pandang yang lain tentang penciptaan makhluk hidup. Buku terkenal pengimbang evolusi karya pria yang nama penanya merupakan gabungan dua nama nabi, yakni Harun dan Yahya, itu adalah Keruntuhan Teori Evolusi.

Berbagai buku lain yang kemudian ditulis Harun Yahya ini arahnya selalu memberi perspektif yang berlawanan dengan teori Darwin. Dengan diterjemahkannya buku-buku itu ke dalam berbagai bahasa membuat pengaruh Harun Yahya menjadi sangat besar.

Usaha keras Harun Yahya ini untuk membuktikan bahwa makhluk hidup yang ada di dunia ini hadir karena ada yang menciptakan, yakni Sang Khalik. Sementara, aliran evolusi menganggap bahwa makhluk hidup di dunia ini hadir begitu saja. Teori Darwin meniadakan peran Sang Khalik dalam penciptaan makhluk hidup.

Harun Yahya sangat yakin teori Darwin itu didukung oleh kekuatan besar bernama filsafat materialisme. Aliran filsafat ini hanya percaya pada hal-hal yang bersifat materi dan tidak memercayai hal-hal gaib. Secara tidak langsung, aliran ini berusaha kuat membuat manusia tidak memercayai keberadaan Tuhan.

Kini Harun Yahya tak lagi sendirian. Sudut pandang lain tentang penciptaan tidak lagi menjadi monopoli aliran evolusi. `Teman’ terbaru Harun Yahya adalah sekelompok ilmuwan di AS. Mereka berjumlah lima orang yang bersama-sama menulis buku berjudul Explore Evolution: The Argument For and Against Neo-Darwinism.

Secara umum, buku ini memberi penjelasan tentang penciptaan secara lebih adil. Selain memaparkan penjelasan Darwin tentang evolusi, buku ini juga menampilkan pemikiran dari orang-orang yang tidak memercayai teori tersebut. Sebagian chapter buku ini ditampilkan di situs resmi buku tersebut, www.exploreevolutio n.com.

Ilmuwan yang terlibat dalam penulisan buku ini adalah Stephen C Meyer. Dia menyelesaikan program Ph D bidang filsafat ilmu di Universitas Cambridge. Disertasi doktoralnya berjudul ‘Sejarah Kehidupan, Struktur Logika Argumentasi Darwin dan Metodologi Sejarah Ilmu’. Ilmuwan lainnya adalah Scott Minnich, associated professor bidang mikrobiologi di Universitas Idaho.

Tiga pakar lain yang juga terlibat dalam penulisan buku yang memberi pandangan kritis terhadap teori Darwin adalah Jonathan Moneymaker, Paul A Nelson, dan Ralph Seelke. Jonathan adalah penulis lepas untuk tema-tema sains, Paul adalah doktor bidang filsafat biologi dan teori evolusi di University of Chicago, dan Ralph adalah doktor bidang mikrobiologi di Universitas Minnesota.

Lima hal penting yang dibahas dalam buku tersebut menyangkut mutasi, seleksi alam, fosil, anatomi, dan embrio. Kelimanya memang tema yang juga penjadi pokok bahasan Darwin. Selain dijelaskan dari sudut pandang teori evolusi, kelima hal tersebut juga diberi pandangan kritis dari kalangan yang meyakini teori Darwin itu salah.

Buku ini telah diujicobakan di berbagai lembaga pendidikan di AS. Umumnya memberi sambutan positif terhadap karya tersebut. Kalangan pendidikan menganggap buku ini cukup adil dan kritis dalam memaparkan teori tentang asal-usul kehidupan.

Seorang profesor bidang bakteriologi dari Universitas Bristol, Alan H Linton, dalam situs resmi buku tersebut mengungkapkan buku tersebut amat membantu mahasiswa meneliti asal mula kehidupan. ‘’Hal yang menarik dari buku ini adalah disajikannya pandangan yang berbeda dengan adil,'’ ungkap dia.

Selain kelima ilmuwan yang menulis buku tersebut, barisan yang ingin mengimbangi teori Darwin ini juga diperkuat sejumlah anggota legislatif di Utah, AS. Pada Februari 2006, lembaga legislatif di negara bagian tersebut mengadakan pemungutan suara untuk menetapkan aturan tentang diizinkannya penyebaran pandangan kalangan yang tidak memercayai teori Darwin.

Sayang, anggota parlemen negara bagian tersebut yang setuju dengan aturan tersebut kalah banyak dengan kalangan yang menolaknya. Seperti ditulis situs New York Times, anggota yang mendukung aturan tersebut berjumlah 28 orang, dan yang menentangnya 46 orang.

‘’Teori Darwin tidaklah lebih legitimate dibanding pandangan yang menganggap bahwa Tuhanlah yang menciptakan semua makhluk di alam ini,'’ ungkap Colic seperti ditulis situs bbc online. Dia pun menyarankan agar para guru biologi di negaranya melompati bab tentang teori Darwin hingga kurikulum baru yang lebih fair dalam memandang teori evolusi disusun.

Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republik a.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republik a.co.id/Cetak_ detail.asp? id=305254&kat_id=3
31 Agustus 2007

August 6, 2007

Masih Ngaku Keturunan Kera…?

Filed under: science

Coba baca Artikel di situs Hidayatullah.com ini….. 

Penelitian  Turkish Economic and Social Studies Foundation, TESEV),  menunjukkan, 87.4 % percaya “Tuhan menciptakan manusia”. Dan Eropa pun goncang!

Hidayatullah.com–Para pemikir Perancis telah mengemukakan pemikiran-pemikiran paling menyimpang terhadap hal-hal suci dan nilai-nilai ajaran agama, yang berujung pada gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama kebebasan. Para cendekiawan Perancis yang sangat berpengaruh seperti Voltaire, Rousseau, Diderot, Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean-Paul Sartre dan Albert Camus telah memainkan peran utama dalam pergeseran Eropa ke arah materialisme dan penyebaran ateisme.

Perancis masih merupakan salah satu dari negara-negara yang memperlihatkan permusuhan paling nyata terhadap keimanan kepada Tuhan. Sebagian besar masyarakat Perancis berada dalam kendali penuh paham sosialis, dan telah bersatu melawan nilai-nilai ajaran agama akibat salah informasi dan kurangnya pendidikan. Perancis juga memberikan dukungan terbuka kepada terorisme komunis separatis yang tidak berkesudahan di Turki. Perancis terkenal akan sikap permusuhannya terkait dengan pembantaian ras Armenia yang diduga ada itu. Selain itu, sangatlah penting bahwa pusat Freemasonry dunia harus berada di Perancis.

Masyarakat Perancis sangat bangga dengan pujian terhadap para filsuf mereka, pemikiran-pemikiran menyimpang yang mereka tanamkan ke seluruh dunia, dan budayanya, yang sesungguhnya tidak mengandung apa pun selain tipuan kosong. Namun hari ini, mereka mengalami pukulan keras. Buku berjudul L’ATLAS DE LA CREATION (The Atlas of Creation, atau Atlas Penciptaan) telah mengundang perhatian para tokoh penting, dan seluruh pusat pendidikan di Perancis telah membunyikan tanda bahaya tingkat paling tinggi

Hingga kini, Perancis telah menolak seluruh pandangan yang menentang filsafat-filsafat menyimpang mereka sendiri dan tidak menganggapnya sebagai sebuah ancaman. Akan tetapi, mereka telah dikagetkan oleh buku Atlas Penciptaan dan benar-benar mengalami keadaan gegar budaya (culture shock). Menteri Pendidikan Perancis melontarkan pernyataan pribadi, meminta buku tersebut dijauhkan dari para siswa. Ia tidak menyesal dengan menyatakan bahwa ia menganggap buku itu tidak dapat diterima masyarakat Perancis.

Permasalahan tersebut diulas dengan bahasa yang kasar di koran-koran dan majalah-majalah utama Perancis. Judul utama dengan kata-kata yang mengisyaratkan bencana dan ketakutan, seperti “gempa bumi,” “serangan” and “pemboman ” muncul di media cetak seperti Le Figaro, L’Express, Le Monde dan La Croix.

Semua tanggapan ini menyingkap dampak yang ditimbulkan buku tersebut di Perancis, sebab buku tersebut merupakan penghancuran tak terbantahkan terhadap Darwinisme, tanpa menyisakan keraguan sedikit pun.

Namun sesungguhnya, apa yang dipermasalahkan adalah sebuah buku dan pemikiran-pemikiran serta bukti-bukti yang dimuatnya. Jika bantahan hendak diberikan, maka haruslah pula didukung oleh bukti-bukti, dan pada tataran intelektual. Tapi Perancis, ketika dihadapkan langsung dengan fakta Penciptaan yang jelas dan tak terbantahkan untuk kali pertama, tiba-tiba menanggalkan budaya kebebasan berbicara yang dianutnya selama ratusan tahun—yang kesemuanya untuk tujuan mengingkari keberadaan Tuhan dan melindungi filsafat materialis dari keruntuhan. Kini bangsa Perancis mengambil kebijakan pengekangan dan pelarangan yang diwariskan Jerman Nazi. Perancis diperkirakan menempuh “jalan terakhir“ berupa pembakaran massal ala Nazi buku penting tersebut, yang oleh menteri pendidikan telah dilarang di sekolah-sekolah!

Keadaan ini, yang memperlihatkan ketidakberdayaan mereka yang tidak mampu membantah secara intelektual, sesungguhnya mengumumkan keruntuhan materialisme. Dengan kehendak Tuhan, abad ke-21 akan menjadi zaman keemasan bagi umat manusia ketika kaum beriman secara intelektual menghapuskan seluruh gerakan yang menentang nilai-nilai ajaran agama.

Menurut penelitian Yayasan Pengkajian Ekonomi dan Sosial Turki (Turkish Economic and Social Studies Foundation, TESEV), jumlah orang di Turki yang mengatakan bahwa“Tuhan menciptakan manusia” mencapai 87.4%. Ini memicu reaksi besar di Eropa, yang berada dalam pengaruh kuat materialis. Penolakan bangsa Turki dalam jumlah mayoritas terhadap teori evolusi telah menjadi bahan keterkejutan dan kekhawatiran yang besar. Kita berharap bahwa bangsa Turki akan membantu masyarakat Eropa menyaksikan kebenaran dan berpaling kepada nilai-nilai ajaran agama.

Keruntuhan Darwinisme Tidak Dapat Ditutup-Tutupi!

Teori evolusi adalah pernyataan tidak ilmiah yang berusaha dipertahankan oleh para penganutnya dengan menggunakan tengkorak-tengkorak tipuan, fosil-fosil “bentuk peralihan” palsu dan praduga yang tiada habisnya—yang kini telah kehilangan nilai kebenarannya.

Dua penemuan mendasar sejak masa Charles Darwin membantah teorinya. Dua hal ini adalah:

Pertama,  Catatan Fosil Membuktikan Kekeliruan Evolusi

Dalam bukunya The Origin of Species, Darwin secara terbuka mengakui bahwa fosil-fosil tidak mendukung teorinya! Sebagaimana ia berkata,

“Mengapa, jika spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit yang tak teramati, kita tidak melihat bentuk peralihan yang tak terhitung di mana-mana? Mengapa semua makhluk hidup tidaklah dalam keadaan membingungkan, tetapi justru berwujud spesies, sebagaimana yang kita lihat, terpisahkan secara jelas?…Tetapi, jika menurut teori ini bentuk-bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya seharusnya ada, mengapa kita tidak menemukannya terkubur dalam jumlah tak terhitung di dalam kerak bumi?… Lalu mengapa setiap bentukan geologis dan setiap lapisan tidak dipenuhi bentuk-bentuk mata rantai pertengahan seperti itu? Geologi nyata-nyata tidak menyingkap rantai makhluk hidup semacam itu;dan ini, mungkin, adalah sanggahan paling nyata dan berat yang dapat dilontarkan terhadap teori saya.“ (Charles Darwin, The Origin of Species, edisi 1., hal. 172.)

Lebih dari seratus lima puluh tahun telah berlalu sejak masa Darwin, namun tak satu pun fosil yang membuktikan teori evolusi telah ditemukan sejauh ini. Sebaliknya, setiap fosil yang ditemukan diketahui sebagai sisa-sisa dari sejumlah spesies sempurna dan berbentuk lengkap.

Fosil-fosil seperti “Lucy’s Daughter,” “Gogonasus” dan “Tiktaalik Roseae,” yang telah diberitakan di media massa beberapa bulan silam tidaklah memperlihatkan ciri-ciri peralihan. Serupa dengan hal itu, fosil yang ditemukan di Sivas, Turki, dan digambarkan sebagai “kuda berkuku-tiga,” bukanlah pula sisa-sisa bentuk peralihan apa pun, tapi binatang berkaki empat biasa yang kini punah. Seluruh fosil berasal dari hewan dan tumbuhan berbentuk lengkap dan sempurna—sebuah fakta terbukti yang sangat diketahui para pakar fosil.

Kaum evolusionis belum menemukan satu fosil pun bentuk peralihan yang dapat mereka kemukakan sebagai bukti. Berulang kali kami telah meminta para evolusionis Turki untuk memamerkan dua atau tiga fosil peralihan, jika mereka punya, dalam kantor atau kantor pusat surat kabar mereka. Tapi tak satu pun bersedia. Satu-satunya alasan tidak adanya tanggapan dari mereka terhadap tantangan terbuka ini adalah ketiadaan fosil-fosil bentuk peralihan apa pun.

Dan kebisuan mendalam ini tidaklah terbatas pada para evolusionis Turki saja; tidak ada evolusionis di mana pun di dunia ini yang memiliki fosil-fosil bentuk peralihan. Sekitar 100 juta fosil telah tergali hingga kini. Banyak yang telah disimpan di dalam arsip dan lainnya dipajang untuk umum. Akan tetapi dari keseluruhan fosil berjumlah besar ini, tidak terdapat satu pun bentuk pertengahan. Fosil-fosil itu berasal dari spesies masih hidup yang kita kenal saat ini—yang umumnya disebut sebagai “fosil-fosil hidup”—atau berasal dari bentuk-bentuk makhluk hidup punah seperti dinosaurus dan gajah purba. Fosil-fosil adalah bukti bagi Fakta Penciptaan, dan bukan bukti bagi pernyataan kaum evolusionis.

Para peneliti sukarelawan telah menyelenggarakan pameran-pameran fosil di banyak kota di Turki. “Fosil-fosil hidup“ dalam pameran ini, yang menyediakan bukti nyata bahwa makhluk hidup terus bertahan hidup tanpa mengalami perubahan selama jutaan tahun, telah menimbulkan kegelisahan mendalam dan bahkan kemarahan di kalangan kaum materialis. Semakin banyak fosil membatu dari makhluk hidup punah diperlihatkan kepada mereka, semakin geramlah kelompok ini dan semakin terluapkan kemarahannya.

Kalangan evolusionis Turki, di sisi lain, secara diam-diam mengakui kekalahan mereka dalam kelesuan dan keputusasaan sama sekali. Sebagian evolusionis dengan pengetahuan terbatas yang sekedar baru belajar tentang nilai teramat penting fosil-fosil peralihan, akhirnya memahami kesulitan tak terpecahkan yang mereka hadapi, dan memilih bersikap diam membisu.

Kedua, Protein—Bahan Dasar Pembentuk Makhluk Hidup —Tidak Dapat Membentuk Dirinya Sendiri dari Benda Tak Hidup

Protein adalah molekul teramat rumit yang merupakan batu bata pembangun sel hidup dan juga melakukan peran-peran penting di dalamnya. Peluang sebuah protein membentuk dirinya sendiri secara kebetulan adalah 1 per 10950. (Dalam istilah sebenarnya, kemungkinan ini adalah nol.) Mengatakan bahwa jutaan spesies hidup muncul menjadi ada secara kebetulan, padahal tak satu protein pun yang dapat melakukan hal tersebut, adalah khayalan murni materialis-evolusionis.

Akankah Perancis Yang-Terguncang dan Para Evolusionis di Negeri Itu Melakukan Pembakaran Buku Masal ala Nazi?

Upacara pembakaran buku massal, yang didalangi para pemimpin Jerman Nazi, adalah cara primitif untuk mengekang pemikiran dan melarangnya dari masyarakat. Upacara pembakaran buku pertama oleh Nazi terjadi pada tanggal 10 Mei 1933, ketika ribuan lembar buku yang tidak sejalan dengan ideologi Nazi dibakar dengan diiringi lagu mars dan pemberian hormat khas Nazi.

Mereka yang tidak mampu membantah pemikiran dengan memaksakan pemikiran mereka sendiri selalu mengambil tindakan pelarangan buku, pemaksaan terhadap pembacanya dan bahkan mengambil tindakan hingga membakar buku tersebut. Kini Perancis, yang tidak memiliki bantahan intelektual, sedang bingung apa yang harus dilakukan terhadap buku Atlas Penciptaan dan, persis seperti para evolusionis di negeri itu, mereka tengah mencari sebuah cara untuk menghilangkan buku tersebut dari pandangan umum.

Akankah Perancis mengambil tindakan terakhir dengan membakar buku-buku Atlas Penciptaan di depan Menara Eiffel atau Les Invalides. . . ?

Karya Besar Yang Telah Mengguncang Perancis

Jilid pertama dari tujuh jilid buku Atlas Penciptaan yang direncanakan, keseluruhannya terdiri dari 5.600 halaman dan sekitar 11.000 gambar, telah mengejutkan warga Perancis.

Karya besar dengan 764 halaman ini, satu-satunya di dunia dengan ukuran 28 x 38 sentimeter dan dicetak dengan kualitas teknis prima, menampilkan ratusan fosil, masing-masing membantah teori evolusi dan berisi informasi paling meyakinkan tentang keruntuhan Darwinisme. Dengan gambar hologram asli pada sampulnya, sekitar 1.500 gambar dan foto berwarna pada kertas mengkilat, buku tersebut luar biasa dalam penampakan fisiknya. Selain itu, karya penting ini dilengkapi dengan VCD dokumenter Fossils Have Discredited Evolution (Fosil Membantah Evolusi). . . Anda dapat membeli buku ini langsung dari Global Publishing, atau membacanya secara gratis melalui Internet.

Untuk menyaksikan betapa sesungguhnya teori Evolusi adalah sebuah kebohongan, Anda harus membaca buku-buku karya Harun Yahya (Adnan Oktar).

Dengan nama pena Harun Yahya, Adnan Oktar telah menulis sekitar 250 buku, yang keseluruhannya mencapai 46.000 halaman, dan memuat sekitar 31.500 gambar. Sekitar 7.000 dari keseluruhan halaman ini—dan 6.000 dari keseluruhan gambar tersebut—mengulas tentang keruntuhan Teori Evolusi.

Beberapa  buku yang banyak mengulas tentang itu, antara lain; Keruntuhan Teori Evolusi *, Kebohongan Sejarah: Zaman Batu . . . Darwinisme Terbantahkan* ,  Suatu Ketika Di Masa Lalu Terdapat Darwinisme,  Keruntuhan Teori Evolusi Dalam 20 Pertanyaan*, Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme*,  Sel dalam 40 Topik,  Mantra Hitam Darwinisme, Keruntuhan Teori Evolusi dalam 50 Topik, Desain Sempurna di Alam Semesta Bukanlah Karena Kebetulan, Senjata Sosial Darwinisme, Mengapa Darwinisme Bertentangan dengan Al Qur’an*, Kekeliruan Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan Amerika, Keajaiban Ciptaan Allah*, Fasisme: Ideologi Berdarah Darwinisme,  Menyibak Tabir Teori Evolusi*, Jawaban Pasti terhadap Propaganda Evolusionis, Agama Darwinisme, Bagaimana Fosil-Fosil Membantah Evolusi, Atlas Penciptaan.  (* Tersedia dalam bahasa Indonesia.)

Anda dapat membaca buku-buku karya Adnan Oktar (yang menulis dengan nama pena Harun Yahya) secara gratis di situs internet berikut: www.harunyahya.com/indo (bahasa Indonesia), www.harunyahya.com dan www.harunyahya.net Atau selain itu Anda dapat memesannya dalam bentuk cetak di www.bookglobal.net. [cr/cha]
August 1, 2007

My Research

Filed under: science

 Pengaruh Asam Mineral Terhadap Pembentukan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dengan Metoda Karbonasi 

Kalsium karbonat dapat ditemukan secara alami dalam mineral atau batuan sebagai berikut yaitu aragonit, kalsit, kapur, limestone, pualam, dan travertine. Untuk mengetahui apakah sebuah mineral atau batuan mengandung kalsium karbonat dapat digunakan asam kuat seperti asam klorida. Apabila diteteskan ke mineral atau batuan, maka akan menghasilkan karbondioksida dan air.  Di dalam batu kapur terdapat sekitar 95 % kalsium karbonat. (CRC, 2007)

Batu kapur dapat ditemukan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Daerah penghasil batu kapur tersebut yaitu Gunung Tulas, Muara Kiawai, Kab. Pasaman, 1.300.000.000 ton (650 Ha), Bukit Gagawan, Desa Subarang, Kab. Solok, 6.237.000.000 ton (1.500 Ha), Dusun Pauh Tinggi, Desa Halaban, Kec. Luhak Kab. 50 Kota, 507.760.000 ton (415 Ha), Bukit Sumanik, Desa Tanjung Lolo, Kec. Tj. Gadang, Kab. Sawahlunto Sijunjung, 348.260.000 ton (210 Ha), Bukit Tui, Kota Padang Panjang, 43.000.000 ton (124 Ha) (Pemprov Sumbar, 2007).

Kapur tohor merupakan hasil pembakaran dari batu kapur yang dikerjakan secara sederhana dengan bantuan tenaga manusia. Di Sumatera Barat, kapur tohor inilah yang masih digunakan dengan tingkat kemurnian yang rendah dan nilai ekonomis yang rendah pula. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan mutu nilai produk batu kapur, dengan mengolah batu kapur menjadi precipitated calcium carbonate (PCC) yang berkualitas tinggi sehingga meningkatkan nilai jual batu kapur tersebut. Secara teknis, PCC memiliki keunggulan seperti distribusi ukuran partikel yang sempit, sifatnya yang mudah diatur, kehomogenan dan keseragaman bentuk partikelnya tinggi (Elvers, 1991). PCC dapat digunakan sebagai bahan pengisi (filler) dan pigmen dari berbagai industri kertas, plastik, cat, karet, tekstil, bidang farmasi, bahkan dalam bahan tambahan makanan (Kralj, 1997).

Ada beberapa metoda pembentukan PCC yaitu metoda solvay, kaustik soda, dan karbonasi (Aziz, 1997).  Pada metoda karbonasi, batu kapur dikalsinasi (dibakar) pada suhu lebih dari 900oC sehingga terbentuk kalsium oksida, CaO, kemudian CaO dilarutkan dengan air sehingga terbentuk kalsium oksida Ca(OH)2. Proses selanjutnya Ca(OH)2 dialiri gas CO2 sampai pH 8 dan endapan yang terbentuk adalah endapan putih kalsium karbonat atau PCC. Namun kelarutan CaO untuk menjadi Ca(OH)2 kecil sehingga rendemen PCC yang dihasilkan kecil (Putri, 2005). Oleh karena itu, perlu dicari suatu pengembangan metoda lain yang dapat lebih meningkatkan kelarutan CaO. Salah satu pengembangan metoda tersebut adalah modifikasi proses slaking metoda karbonasi dengan menambahkan garam-garam anorganik dan asam, sehingga terbentuk garam kalsium yang mudah larut dan dihasilkan PCC dalam jumlah yang lebih banyak. (Wiwit, 2007)

Dalam penelitian ini digunakan empat jenis asam mineral yaitu asam nitrat, asam fosfat, asam sulfat dan asam klorida yang ditambahkan pada proses slaking untuk memperbesar proses pelarutan CaO dengan variasi konsentrasi asam, sehingga diharapkan garam kalsium yang terbentuk lebih banyak dengan rendemen produk yang tinggi dan PCC yang dihasilkan kualitasnya baik.

Pembentukan PCC ini melibatkan berbagai proses dan reaksi kimia. Kondisi dari setiap proses seperti komposisi larutan, pH larutan, dan pengaliran gas CO2 perlu dikontrol untuk menghasilkan PCC yang banyak dan berkualitas tinggi.

Rokok, Laboratorium Reaksi Kimia Berbahaya

Filed under: science

Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.


Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

Tulisan ini mungkin sama nasibnya dengan kumpulan aksi anti rokok yang didengungkan seperti diatas, tetapi saya mencoba membahasnya dari sudut kimia sesuai dengan literatur yang dipunyai, dengan harapan pembaca situs ini yang mayoritas dari jurusan kimia akan lebih mudah memahami ketimbang saya membahas dari sudut kesehatan, lingkungan atau industri. Sehingga mudah-mudahan setelah membaca artikel ini.setidaknya ada beberapa orang dapat berhenti merokok.

Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)

Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

reaksi pembakaran rokok

Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin

Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.

Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari pelbagai sumber)

Tahukah Anda :

  • Rokok dapat menyebabkan penyakit-penyakit berikut:
  • Impotensi
  • Jantung
  • Kanker lidah
  • Kanker tenggorokan
  • Gigi menjadi jelek
  • Kanker paru-paru
  • Keguguran kandungan
  • Bayi lahir prematur
  • Bayi lahir cacat
  • Mata menjadi rusak/cacat
  • Kulit cepat keriput
  • Suara serak
  • Bisu, karena pita suara terkena kanker
  • Tenggorokan banyak berdahak
  • Kanker pencernaan
  • Kanker ginjal
  • Kanker rahim
  • Leukimia
  • Tulang menjadi rapuh
  • Menstruasi menjadi makin menyakitkan
  • dan lain-lainnya
  • zat beracun yang ada di rokok misalnya :
    • Zat-zat penyebab kanker
    • Racun untuk napi hukuman mati
    • Bahan bakar roket
    • Bahan aki mobil
    • Racun semut
    • Pembersih lantai
    • dll
  • Rokok lebih membuat ketagihan daripada narkotika !(kecuali heroin)
  • Jadi, cara termudah untuk selamat dari rokok adalah dengan cara tidak pernah mencobanya sama sekali.
  • Jika Anda berhasil lepas dari ketergantungan dari rokok - selamat ! saya yakin tidak akan mampu melakukan hal seperti itu.
  • Setiap tahun, masyarakat miskin Indonesia membakar Rp 90 trilyun / Rp 90.000.000.000.000,- untuk membeli rokok.
  • Jumlah tersebut lebih besar daripada jumlah pinjaman Indonesia ke IMF / Bank Dunia /dll
  • Jumlah tersebut sebagian besar lari ke luar negeri, karena para pemilik pabrik rokok banyak yang bukan warga negara Indonesia
  • Melihat daftar penyakit yang bisa disebabkan oleh rokok, sekarang bisa dipahami mengapa perokok banyak yang meninggal pelan-pelan, setelah menderita berbagai macam penyakit dalam jangka waktu yang lama. Saya menyaksikan sendiri anggota keluarga saya yang menderita seperti itu, dan sangat menyedihkan melihat penderitaan yang dijalani oleh keluarganya selama bertahun-tahun.

    Masih ingin merokok ? Mudah-mudahan tidak lagi.

    Oleh Sinly Evan Putra
    Mahasiswa Kimia FMIPA Universitas Lampung

    July 6, 2007

    Tanda Pengenal Manusia Pada Sidik Jari

    Filed under: science

    Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

    "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur’an, 75:3-4)

    Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

    Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

    Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

    Penciptaan yang Berpasang-pasangan

    Filed under: science
    "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Al Qur’an, 36:36)

    Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

    "…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."

    Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. (http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

    Rahasia Besi

    Filed under: science
    Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

    "…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia …." (Al Qur’an, 57:25)

    Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

    Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

    Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

    Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan. (harun yahya)