January 21, 2008

Infak Muharram Fair

Filed under: Islamic

forward dari http://julhasratman.blogspot.com/. Izinkan saya menampilkan program infaknya di blog ini.

Ada berita gembira bagi seluruh sivitas akademika FMIPA UNAND khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya. FSI FMIPA UNAND sedang mempersiapkan acara akbar untuk mengibarkan syiar Islam nan gemilang, bertepatan dengan bulan Muharram 1429 H. Intinya, akan ada agenda syi’ar spektakuler yang akan diselenggarakan oleh Forum Studi Islam FMIPA Universitas Andalas Padang (FSI FMIPA UNAND).

Nantikan info agenda pada postingan selanjutnya. Bagi pembaca (baik alumni FMIPA, atau bagi siapa saja yang beri’tikad baik, tentu saja tsiqah, dan atau percaya) yang ingin memberikan donasi (infaq lillahi ta’ala, fii sabililla), demi menguatkan buhul-buhul tali keislaman dan nuansa syi’ar Islam yang lebih baik di FMIPA (khususnya), penulis mengajak pembaca untuk menyisihkan sebagian rezeki ke Nomor Rekening BNI Kantor Cabang Imam Bonjol Padang, No. 0050968981 atas nama Jul Hasratman Daeli (FSI FMIPA UNAND). Maaf ini nomor rekening untuk sementara saja. Insya Allah segera dialihkan ke Bank Syari’ah.

NB : Sebelum dan sesudah mengirimkan infaq, harap memberitahukan pemilik rekening (Jul Hasratman Daeli), dapat dihubungi di No. HP : 0813 745 11633 (atau 0813 632 78475), atau e-mail : julhasratman@yahoo.co.uk (cc al_firdaus007@yahoo.com)

Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana akan kami kirimkan dalam bentuk format pdf attachment, segera setelah agenda Muharram selesai… Insya Allah…

Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan mampu mewarnai FMIPA Unand dengan syiar Islam. Amin

Upin dan Ipin

Filed under: Islamic

Episode 1 : Esok Puasa
from : iluvIslam.com - Discover The Beauty of Islam - “Tunjukkan Kami Jalan LurusMU” (Malaysia).


Animasi ini sangat menarik. Desain gambar yang bagus dan sederhana. Dialog yang renyah tanpa meninggalkan pesan-pesan Islamnya. Lucu, menggemaskan, dan penuh inspirasi. Saya sangat sering menontonnya, tapi entah mengapa saya tidak pernah merasa bosan.
‘tuk iluvislam.com, izinkan saya mengupload salah satu episode dari serial upin & ipin dan juga membuat link di “Tautan”
Terimakasih, Thank you, Merci, Syukran Jazakallah Khairan Katsiran.

January 15, 2008

Belajar dari Abdullah Bin Abbas

Filed under: Islamic

Ia adalah putra Abbas bin Abdul Muthalib Bin Hasyim. Abbas adalah paman Rasulullah. Suatu ketika Abdullah bin Abbas menceritakan tentang kegigihannya mencari ilmu.

“Setelah Rasulullah saw. wafat, aku berkata kepada seorang pemuda Anshar, ‘Marilah kita bertanya kepada para sahabat Rasulullah, selagi jumlah mereka saat ini masih banyak.”

Pemuda itu menjawab,”Kamu ini aneh sekali, Abdullah. Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, sementara diantara mereka masih terdapat para sahabat?”. Pemuda itupun pergi, sementara aku tetap bertanya kepada para sahabat.

Aku pernah mendengar bahwa seorang sahabat memiliki satu hadist. Maka kudatangi rumahnya. Saat itu, ia sedang tidur siang. Kubentangkan kainku di depan pintunya untuk duduk. Aku terus menunggu hingga tubuhku penuh debu yang diterbangkan angin. Ketika ia sudah bangun lalu keluar rumah dan mendapatiku, ia berkata, ”Hai sepupu Rasulullah, apa yang membuatmu datang ke rumahku? Andai saja kau utus orang memberitahuku, aku akan datang ke rumahmu.”
Aku berkata, “Tidak! Engkau yang lebih pantas didatangi. Aku ingin belajar hadist darimu.”

Hari demi hari, pengetahuan dan ilmu Abdullah bin Abbas berkembang pesat dan dalam usia yang masih muda, ia telah memiliki sikap bijak, kehati-hatian dan kebersihan pikiran para orang tua. Sampai-sampai, khalifah Umar bin Khattab selalu melibatkannya dalam memecahkan setiap masalah besar. Ia menjulukinya “Pemuda Yang Sudah Tua”

“Pemuda Yang Sudah Tua”. Sebuah penghargaan yang tinggi sekali yang diberikan kepada seorang anak muda. Apalagi yang memberikan julukan itu adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab. Abdullah bin Abbas tidak menyia-nyiakan masa mudanya untuk suatu yang tidak bermanfaat. Beliau gigih dalam mempelajari ilmu, rajin bertanya dan senantiasa kukuh dalam pendiriannya. Saat itu, ilmu pengetahuan masih terbatas, sumber-sumbernya sulit ditemukan dengan segala keterbatasan. Namun Abdullah bin Abbas tetap gigih walaupun harus menunggu lama dan berdebu disaat si sumber ilmu tidur siang. Abdullah bin Abbas patut dijadikan teladan dalam kegigihan belajar, belajar, dan senantiasa belajar.

Maraji’ : Khalid Muh. Khalid : 60 Sirah Sahabat

September 12, 2007

Sepuluh Langkah Menyambut Ramadhan

Filed under: Islamic

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)
Mochamad Bugi

KHOTBAH NABI MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Filed under: Islamic

BismillahirRahmaani rRahiim

“Wahai, manusia! Telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfirah (keampunan)- Nya. Bulan paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang utama. Jam demi jam adalah jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-napasmu merupakan tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal baikmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, saat kelaparan dan kehausan dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraanmu. Jaga lidahmu. Tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak yatim niscaya anak-anakmu dikasihi manusia. Bertobatlah kamu kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu, karena itulah saat-saat utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena dosamu, maka ringankanlah dengan sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang Shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbul ‘Alamin.

Wahai manusia ! Barang siapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak, dan ia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.”

Sahabat-sahabat bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan seteguk air. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini akan berhasil melewati shirat (jembatan menuju surga) pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan memudahkan pemeriksaan- Nya dihari kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lainnya.
Barang siapa memperbanyak shalawat di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya pada hari ketika timbangan yang lain ringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, sama nilainya dengan mengkhatam Al-Qur’an pada bulan yang lain.

Wahai manusia ! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar Ia tidak akan pernah menutupkannya lagi. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonkan kepada Tuhanmu agar Ia tidak pernah membukanya bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka bermohonlah kepada Tuhanmu agar mereka tidak lagi menguasaimu. ”

Ali ibn Thalib ra berkata: “Saya bertanya ya Rasullullah, apakah amal (perbuatan) yang terbaik dalam bulan ini?”

Beliau menjawab: “Wahai Abu Hasan, amal yang terbaik dalam bulan ini ialah menjauh dari apa yang dilarang Allah.”

fatihah..

(dari Medira Ferianti via Herawati K)