January 16, 2008

Jurusan Yang Islami

Filed under: Opini

Jika kita sekarang dalam masa kuliah, tentu jurusan merupakan tempat kita sering berinteraksi, baik itu dengan teman seangkatan, dengan senior, dengan junior, dengan dosen, dengan pembimbing akademik, dengan karyawan jurusan, dengan karyawan pustaka, dengan tamu yang sengaja berkunjung untuk keperluan tertentu, bertemu dengan suasana akademik seperti seminar, penelitian, diskusi, bertemu dengan tabiat dan tingkah laku dosen dan mahasiswa dalam kuliah, bertemu dengan mata kuliah yang terkadang mudah, biasa saja atau terkadang sulit, bertemu dengan suasana ujian, bertemu dengan peraturan-peraturan akademik yang kadang memberatkan dan sebagainya. Semuanya merupakan ladang amal bagi orang yang mengaku dirinya aktivis dakwah kampus. Semuanya merupakan sarana baginya untuk melatih diri sebelum terjun ke masyarakat. Semuanya merupakan tantangan yang harus dihadapi dan dilewati baik dengan jalan yang mulus maupun berliku. Memang hasilnya tidak terjadi secara instant, butuh proses. Bukankan tabiat jalannya sendiri yang sukar, panjang dan umur kita tidak sebanding dengan panjangnya umur dakwah itu sendiri.
Seringkali kita merasa kegiatan-kegiatan dakwah diluar lebih menantang dan lebih besar dibandingkan dengan dakwah jurusan. Kita menganggap bahwa di jurusan telah ada orang-orang yang diamanahkan disana, sehingga kita tidak perlu lagi beraksi disana dan seringkali menghindar dan hanya datang jika ada keperluan akademik saja. Bahkan kita tidak mau lagi berinteraksi dengan teman-teman seangkatan hanya karena kita adalah seorang yang merasa lebih baik dari mereka, begitu juga dengan mereka, karena tidak ada komunikasi, mereka semakin menjauh dari kita. Akhirnya hak mereka untuk mendapatkan cahaya Islam dari kita, tidak kita berikan. Apakah kita bisa dibilang amanah, ketika kewajiban kita, kita tinggalkan?
Jurusan yang Islami. Memang ini sebuah angan-angan yang bukan berarti tidak dapat diwujudkan. Tidak ada yang salah dan janggal dengan cita-cita kita terhadap jurusan. Kita menginginkan terjadi peningkatan suasana kehidupan akademis yang ilmiah dan Islami, bukan sebaliknya. Bukankah cita-cita itu luhur. Semua orang yang masih berakal sehat dan tidak dirasuki oleh keinginan tertentu, pasti memandang cita-cita itu bagus dan tidak menyimpang, mengapa kita tidak giat dalam mewujudkan ?.
Kita menginginkan Mahasiswa/wi yang berpakaian rapi, mahasiswi menutup aurat dengan baik. Bukankah itu cita-cita yang baik? Kita menginginkan suasana kuliah dan labor yang nyaman yang memperhatikan waktu-waktu ibadah kita sebagai muslim, sehingga tercipta kondisi kuliah yang efektif dan ibadah yang kita lakukan tepat waktu, bukankah itu cita-cita yang bagus? Kita menginginkan dalam ujian tidak terjadi kecurangan, seperti melihat jimat dan mencontek Bukankah itu yang namanya orang yang terpelajar. Sadar mana yang baik dan mana yang buruk. Kita menginginkan disaat waktu shalat masuk, semua civitas akademika menghentikan kesibukannya dan melakukan shalat berjamaah. Nggak ada salahnya kan? Justru dengan shalat tepat waktu, penataan waktu kita dapat dilakukan dengan baik. Kita menginginkan pembinaan jurusan adalah pembinaan yang berkualitas, mahasiswa baru dirangsang untuk berpikir, sering berinteraksi dan kritis terhadap suatu permasalahan serta memikirkan solusi yang tepat. Kita tidak mengharapkan pembinaan mahasiswa baru menjadi ajang balas dendam antara senior terhadap juniornya, kita tidak ingin junior dizalimi oleh seniornya. Kita tidak ingin junior menjadi manja dan terlalu bergantung kepada teman-temannya. Kita juga tidak ingin junior tidak menghargai seniornya. Bukankah itu tujuan yang mulia?
Kita menginginkan budaya bermusik diisi dengan musik yang mengingatkan kita akan kehidupan kita, evaluasi diri, semangat berjuang, bukan musik yang mengumbar nafsu dan percintaan, bukan musik yang menghancurkan, bukan musik yang melenakan, bukan musik yang menjerumuskan.
Kita menginginkan budaya salam, sapa, senyum, santun menghiasi kehidupan di jurusan. Bukankah itu budaya yang baik?
Masih banyak lagi cita-cita kita terhadap jurusan yang Islami. Namun dari sekian banyak cita-cita itu, tentu tidak akan terwujud jika kita tidak melakukan apa-apa. Tentu cita-cita itu hanya angan-angan belaka. Tidak ada salahnya bkita memulai dari hal yang kecil. Seringkali kita sibuk dengan hal-hal yang besar, tetapi kita melupakan hal-hal yang kecil. Mari kita tunai kewajiban kita, kita berikan hak teman-teman kita, dosen-dosen kita, adik-adik kita, kakak-kakak kita, dan seluruh civitas akdemika jurusan lainnya. Semoga cita-cita kita menjadikan Jurusan yang Islami dapat terwujud.

(Inspirasi : surat tausyiah dari seorang Ukhti)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://guswanto.blogsome.com/2008/01/16/jurusan-yang-islami/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.