January 15, 2008

Belajar dari Abdullah Bin Abbas

Filed under: Islamic

Ia adalah putra Abbas bin Abdul Muthalib Bin Hasyim. Abbas adalah paman Rasulullah. Suatu ketika Abdullah bin Abbas menceritakan tentang kegigihannya mencari ilmu.

“Setelah Rasulullah saw. wafat, aku berkata kepada seorang pemuda Anshar, ‘Marilah kita bertanya kepada para sahabat Rasulullah, selagi jumlah mereka saat ini masih banyak.”

Pemuda itu menjawab,”Kamu ini aneh sekali, Abdullah. Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, sementara diantara mereka masih terdapat para sahabat?”. Pemuda itupun pergi, sementara aku tetap bertanya kepada para sahabat.

Aku pernah mendengar bahwa seorang sahabat memiliki satu hadist. Maka kudatangi rumahnya. Saat itu, ia sedang tidur siang. Kubentangkan kainku di depan pintunya untuk duduk. Aku terus menunggu hingga tubuhku penuh debu yang diterbangkan angin. Ketika ia sudah bangun lalu keluar rumah dan mendapatiku, ia berkata, ”Hai sepupu Rasulullah, apa yang membuatmu datang ke rumahku? Andai saja kau utus orang memberitahuku, aku akan datang ke rumahmu.”
Aku berkata, “Tidak! Engkau yang lebih pantas didatangi. Aku ingin belajar hadist darimu.”

Hari demi hari, pengetahuan dan ilmu Abdullah bin Abbas berkembang pesat dan dalam usia yang masih muda, ia telah memiliki sikap bijak, kehati-hatian dan kebersihan pikiran para orang tua. Sampai-sampai, khalifah Umar bin Khattab selalu melibatkannya dalam memecahkan setiap masalah besar. Ia menjulukinya “Pemuda Yang Sudah Tua”

“Pemuda Yang Sudah Tua”. Sebuah penghargaan yang tinggi sekali yang diberikan kepada seorang anak muda. Apalagi yang memberikan julukan itu adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab. Abdullah bin Abbas tidak menyia-nyiakan masa mudanya untuk suatu yang tidak bermanfaat. Beliau gigih dalam mempelajari ilmu, rajin bertanya dan senantiasa kukuh dalam pendiriannya. Saat itu, ilmu pengetahuan masih terbatas, sumber-sumbernya sulit ditemukan dengan segala keterbatasan. Namun Abdullah bin Abbas tetap gigih walaupun harus menunggu lama dan berdebu disaat si sumber ilmu tidur siang. Abdullah bin Abbas patut dijadikan teladan dalam kegigihan belajar, belajar, dan senantiasa belajar.

Maraji’ : Khalid Muh. Khalid : 60 Sirah Sahabat

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://guswanto.blogsome.com/2008/01/15/belajar-dari-abdullah-bin-abbas/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.