September 12, 2007
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)
Mochamad Bugi
BismillahirRahmaani rRahiim
“Wahai, manusia! Telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfirah (keampunan)- Nya. Bulan paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang utama. Jam demi jam adalah jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-napasmu merupakan tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal baikmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, saat kelaparan dan kehausan dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraanmu. Jaga lidahmu. Tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak yatim niscaya anak-anakmu dikasihi manusia. Bertobatlah kamu kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu, karena itulah saat-saat utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena dosamu, maka ringankanlah dengan sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang Shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbul ‘Alamin.
Wahai manusia ! Barang siapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak, dan ia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.”
Sahabat-sahabat bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan seteguk air. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini akan berhasil melewati shirat (jembatan menuju surga) pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan memudahkan pemeriksaan- Nya dihari kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lainnya.
Barang siapa memperbanyak shalawat di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya pada hari ketika timbangan yang lain ringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, sama nilainya dengan mengkhatam Al-Qur’an pada bulan yang lain.
Wahai manusia ! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar Ia tidak akan pernah menutupkannya lagi. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonkan kepada Tuhanmu agar Ia tidak pernah membukanya bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka bermohonlah kepada Tuhanmu agar mereka tidak lagi menguasaimu. ”
Ali ibn Thalib ra berkata: “Saya bertanya ya Rasullullah, apakah amal (perbuatan) yang terbaik dalam bulan ini?”
Beliau menjawab: “Wahai Abu Hasan, amal yang terbaik dalam bulan ini ialah menjauh dari apa yang dilarang Allah.”
fatihah..
(dari Medira Ferianti via Herawati K)
Ucapan-ucapan menjelang Ramadhan di Inbox ku :
“wHen u’R ri9ht; n0-oNE reMembERs. wheN u’R wrOn9;NO-one f09eTs. bEfore wE fAce tHe hoLy RaMadHaN,.I h0pe Bro mAy bLotEd Out wHat i’ve doNe wRoNG. JUst 2 ReAch Our g)d AchievEmNt ‘n f0uNd a nEw Of OuRseLves. WeLc0me Ya,.RaMadHan..!!^_’ heLDA.. “(Helda, my Bp sister 07. Dikirim : 11 sept 2007 pukul 19:08:31)
“karna jemari tak dpt berjbt tangan, raga tak kuasa u’ bertatap, andai ada kata membekas lara menusuk sukma, “smoga pintu ma’f slalu terbuka” MOHN Maaf LHIR&BThN masuki puasa thn ini smoga kta smua dittpkn iman shat slalu n jauh dr goda’n syetn Amin….” (Rife Gurhadi, my SMF friend, dikirim. 11 sept 2007, pukul 23:13:07)
“Slm b’intrks slm ko tentu bnyk kkrgn & kkhlfn yg dlkkn, sgja or tdk. mk dr itu, ikhwtifillah,afwn jddn yo.mg d Rmdn ko,awak bs m’optmlkn ptns amln shlih yg dsdiakn. (Afwan tdk tau yang ngirim, +6281374920xxx, dikirim 12 sept 2007, pukul 06:33:15)
“Tak slma y hati sputih awan, tak slma y jiwa sebening embun, bl mult slh brucap& tangan slh brbuat,trmlh maaf wl tgn tak smpt brjabat,SLMT MENUNAIKN IBDH PUASA.” (Felca Rosiana, LP2I’ers. dikirim 12 sept 2007 pukul 07:51:26)
“BershkAn hAti dgn pAncrAn Air keikhlAsAn,,SjUkkn ht dgn embun k TaqwaAn,,CrAhkn jw dgn ChAyA syjUr,,Smbt bLn y Pnh brkh… Mrhbn yA rmdn…. Mhn mAaf lAhir &bAthin, pak, kalau2 ada silaf kata n kelakuan ../\.. Teti n family di PEKANBARU (Teti Dynaila Putri, LP2I’ers, dikirim 12 sept 2007 pukul 10:11:50)
Tiada kata yg dpt diucapkan dlm menyambut bln yg suci ini selain “mohon maaf lahir & bathin” dgn segala keikhlasan & kerendahan hati. Smoga amalan kt semua diridhoi Allah SWT (Yesi Novianti. Kimia’ers 2003, dikirim 12 September 2007 pukul 16:12:00)
Yaa Allah, Yaa rahman, yaa Rahim, Yaa Malik, Yaa Kudus, Yaa Salam, yaa Mukmin, yaa Muhaimin… Maaf lhr btin jg y bg! (Angga, math’07, dikirim 12 September 2007 pukul 17:20:55)
Mhon maaf lhr btn jga da Agus. Semoga puasa kali ini mengantarkan kita mencapai ridho-Nya, amin. (Benny Rio fernandes, Kim’06. dikirim 12 September 2007 pukul 17:35:02)
Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahr dan bathin,. semoga amal kt d buln ramadhan di terima Allah, Amin. (M. Adlin Ridho, My SMF Friend, dikirim 12 September 2007 pukul 18:07:53)
Dosa dan kesalahan adlh milik manusia n ksempurnaan adlh mlik-Nya, setidaknya qt brusaha mngurangi ksalahan itu, slamat m’nunaikan ibdh puasa mhn maaf lhr batin. (Emil Salim, Kim’06. dikirim 12 September 2007 pukul 21:15:10)
No time is fuLL.. No word is true.. No one is p’fct.. WAtering Ur heart from aLL mstke.. gV me apoLgz 4 aLL of my mstk..
HapPy FastiNg 1428 H (FrystKA, My BP sister, Dikirim 12 September 2007 pukul 22:39:39)
Http://www.maaf.com/ seLaMat dTg dSitus nUrAni utk mENgaKSes sILatURahmi dlm mnghdp rmdh. PaSswOrd”keIKhLaSan ht” Met pUasa, mHn mf lhr bATin yA (”,) (Zenophyllo N, Ex Mujahiders, dikirim 12 September 2007 pukul 23:30:42)
Gus maafan wak lahir bathin yo kapuaso bisuak,. (Willyan N, my ExCost mate, Dikirim 13 September 2007 pukul 00:39:07)
Sapaan sahur pertama mari kita mulai dg doa, senyuman dan saling memaafkan. Selamat mnjalani ibadah puasa 1428 H. Mudah2an amalan kita d terimaNYA, amiin. (Dolla I, mujahiders, dikirim 13 september 2007 pukul 01:57:15)
Asw. Alhmdllh, kt msh dberi ksmptn brtmu ramadhan. Izet mhn maaf ats smua kslhn & khilaf. Mdh2an ampunan+berkah kt dptkn.Amin.. (Zetrawati, T.kim USU 2002. dikirim 13 September 2007 pukul 04:20:24)
Ass.. Marhaban ya Rmdhan. Jk mta slh m’mndang, jk ldah slh m’ucap, Jk hti slh m’duga, mhn dm’fkan.. krn s’sngguhx ksmpurnaan hnya mlik Allah..”Mohon maaf lahr&bathin” (Agrina Lisma, My BP sister, dikirim 13 September 2007 pukul 04:29:38)
Derai tawa krn canda, tersirat prsangka krn kata2,trgris luka krn dusta,mmski gerbang yg MUliA lpngkan dada utk memaafkn ssma,krn insan di dunia tak luput dr khilaf dan dosa. Slmt menuanikan ibadah puasa (Swi Lestari, my BP Sister, dikirim 13 September 2007 pukul 04:31:06)
September 11, 2007
Tanggal 12 Februari 2008 mendatang adalah hari bersejarah bagi evolusionis di dunia. Pasalnya, itulah hari lahir sang bapak teori evolusi, Charles Darwin. Namun di ulang tahun ke-199 Darwin itu para Darwinis boleh jadi bakal geram dan cemas lantaran aib mereka bakal dibongkar besar-besaran di depan khalayak ramai. Kali ini bukan melalui debat, konferensi, buku atau sarana biasa, melainkan melalui tayangan perdana film layar lebar Hollywood berjudul „”Expelled: No Intelligence Allowed“ (Dikeluarkan: Kecerdasan Dilarang).
Film non-fiksi ini akan dibintangi tokoh terkenal Ben Stein, yang membongkar sisi gelap para evolusionis di lembaga ilmiah dan akademis. Didasarkan pada fakta sesungguhnya yang kini terjadi, film dokumenter ini mengungkap para profesor yang menindas para ilmuwan kolega mereka yang berani mempertanyakan keabsahan teori evolusi, teori kebetulan yang menolak adanya penciptaan cerdas di alam.
Bersitus resmi di www.expelledthemovie.com, tayangan ini bukanlah sekedar komedi keluaran terakhir Hollywood. Ini adalah film dokumenter baru berdasarkan fakta nyata di lapangan. Expelled akan mengguncang siapa pun yang selama ini berpandangan bahwa semua ilmuwan memiliki kebebasan dalam meyakini kebenaran berdasarkan bukti, ke mana pun bukti itu mengarah.
Sebagaimana dipaparkan situs berita terkenal PRNewswire, 22 Agustus 2007, di balik film ini terdapat perusahaan ternama di dunia perfilman. Pemasaran film keluaran Premise Media ini, misalnya, dilakukan oleh Motive Entertainment, perusahaan yang melambungkan film terkenal The Passion of the Christ, Polar Express dan The Chronicles of Narnia. Selain itu, pendistribusiannya dilakukan oleh perusahaan Rocky Mountain Pictures, yang telah mendulang banyak sukses.
Bau Busuk di Pekarangan Evolusionis
Dikisahkan, pemeran utama film Expelled, si Ben Stein, sedang dalam petualangannya untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar yang pernah diajukan: Apakah kita dirancang , diciptakan? Ataukah kemunculan dan keberadaan kita sekedar hasil akhir dari kubangan lumpur purba yang tersambar petir, sebagaimana dinyatakan teori evolusi?
Selain seorang pengacara, pakar ekonomi, mantan penulis pidato presiden AS, Stein yang bersitus pribadi di http://www.benstein.com juga adalah seorang pengarang dan pengamat sosial. Dalam film itu, Stein kaget dengan apa yang tersingkap dalam petualangannya. Ia menemukan bahwa segolongan kalangan elit di lembaga-lembaga ilmiah bersikap dogmatis.
Lebih buruk lagi, Stein menyingkap bahwa kelompok elit ini menindas sederetan ilmuwan biologi, astronomi, kimia dan para filsuf. Nama baik mereka dirusak, karir mereka dihancurkan hanya karena mereka berseberangan dengan atau mempertanyakan teori evolusi. Lingkaran elit tersebut sama sekali tidak mengizinkan kritik terhadap teori mutasi acak dan seleksi alam yang menjadi tulang punggung teori evolusi Darwin.
Sisi gelap yang disingkap dalam film ini di antaranya adalah adanya para pengajar dan ilmuwan yang dilecehkan, tidak diperpanjang masa jabatannya, bahkan dipecat hanya karena mereka percaya bahwa ada „perancangan“ di alam. Dengan kata lain mereka didzalimi lantaran sekedar mempertanyakan dan menentang pemikiran bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada sebagai hasil dari peristiwa tidak sengaja, tidak diciptakan, secara kebetulan dan acak, sebagaimana doktrin evolusi.
Korban-Korban Tirani Evolusionis
Richard Sternberg, pakar biologi dengan dua gelar Doktor termasuk yang ditemui Stein dalam film itu, papar situs berita PRNewswire. Dia adalah korban kebrutalan para evolusionis dogmatis ini. Ia telah meluluskan tulisan ilmiah yang memaparkan bukti-bukti adanya kecerdasan di alam semesta untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Kasus ini telah menjadi buah bibir media massa. The Washington Post, misalnya, menulis di terbitannya tanggal 19 Agustus 2005: “Richard Sternberg dicerca para ilmuwan di [lembaga] Smithsonian seputar tulisan yang mempertanyakan teori evolusi.“
Tak lama setelah penerbitan tulisan ilmiah itu, para staf dari National Center for Science Education dan Smithsonian Institution, tempat Sternberg bekerja, mulai melakukan tindakan pencorengan nama baik dan pelecehan agar sang ilmuwan muda berbakat itu dipecat dari jabatannya. Kebrutalan terhadap kebebasan ilmiah ini sedemikian parah hingga memicu penyelidikan konggres.
Ilmuwan lain yang ditemui Stein dalam petualangannya adalah pakar astrobiologi Guillermo Gonzalez, yang perpanjangan masa jabatannya ditolak di Iowa State University meskipun catatan prestasinya sangat gemilang. Alasannya, Gonzalez memaparkan adanya perancangan yang ia amati di jagat raya.
Korban penganiayaan oleh evolusionis lain adalah Caroline Crocker, dosen cerdas mata kuliah biologi di George Mason University. Ia dipaksa hengkang dari universitasnya hanya karena memperbincangkan singkat tentang hal-hal bermasalah seputar teori Darwin. Alasan lainnya adalah karena sang dosen memberitahu para mahasiswanya bahwa sebagian ilmuwan yakin tentang adanya perancangan cerdas di alam semesta.
Daftar para korban tirani evolusionis ini terus bertambah. Nama para korban yang disebutkan di film ini adalah nyata dan kedzaliman itu benar-benar telah terjadi.
Menampilkan Pendapat Berseberangan
Expelled menampilkan bukan hanya orang-orang yang memiliki pendapat sepihak Film ini memunculkan pula ilmuwan evolusionis seperti pakar biologi berpengaruh PZ Myers dan Eugenie Scott, ketua lembaga terkenal pembela teori evolusi National Centerfor Science Education. Selain itu ditampilkan pula Richard Dawkins, biologiwan ateis asal Inggris sekaligus pengarang buku The God Delusion (Khayalan tentang Tuhan).
Selama 2 tahun para pembuat film Expelled melanglang buana mewawancarai banyak ilmuwan, doktor, filsuf dan para tokoh publik. Yang mereka temukan sungguh mengejutkan: kebebasan berpikir, kebebasan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan telah ditindas dari sekolah-sekolah tinggi, universitas-universitas dan lembaga-lembaga ilmiah yang didanai oleh uang rakyat.
Film ini layak untuk tidak dilewatkan, bagi siapa saja yang ingin melihat sisi gelap para evolusionis dogmatis di abad modern ini. Selengkapnya, saksikan informasi lebih lanjut beserta penggalan film ini di situs resminya: http://www.expelledthemovie.com [cr/hid/www.hidayatullah.com]
Selasa pagi aku sibuk bekerja di laboratorium ketika empat orang mahasiswa mengintip-ngintip di salah satu pintu labor yang terkunci. Siapa ya? pikirku. Karena tidak satupun yang ku kenal, aku cuex saja. Aku terus melanjutkan pekerjaan. Memang sebagian besar kerjaku di labor kulalui dengan kesendirian, tidak ada yang menemani. Pernah ku ajak beberapa orang teman untuk mengunjungiku di labor. namun hanya satu atau dua orang yang datang dan itupun tidak bertahan lama. Karena tidak ada pekerjaan yang bisa mereka lakukan untuk menolongku. Namun setidaknya, bisa menjadi teman ngobrol. Tapi tak apalah, mungkin mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing atau memang gak mau lama-lama bersamaku, tau kan? aku orangnya membosankan dan sedikit senyum. But, itulah saya..?!
Namun tak berapa lama, keempat mahasiswa tadi memberanikan diri masuk ke labor dan mengucapkan Assalamu’alaikum. Ku jawab “Wa’alaikumussalam, silakan masuk..!” Dari penampilannya mereka sepertinya mahasiswa baru. Ditandai dengan memakai rok. Karena biasanya cewek-cewek tak berjilbab jarang sekali memakai rok. Tiga orang diantara mereka tidak berjilbab. Aku menebak, pasti diantara mereka adalah adik BPku (xx 132/932 036). Ternyata dugaan ku benar. Ada dua orang, yaang reguler bernama “Heldawati” dan yang nonreguler “Friska”. yang lainnya ada Cici dan Sani.
” Ndak ado baok coklat doh da…”, ucap salah seorang diantara mereka. Aku terkejut. ternyata mereka menanggapi serius ketika aku pernah membalas salah satu pesan dari Helda “kalau mau menemui uda jangan lupa bawa coklat”. “Gak masalah, tapi lain kali ya…”. Aku memang sangat suka dengan yang namanya coklat.
Aku berusaha menyelesaikan sebagian besar kerjaku sebelum duduk berbicara dengan mereka. Obrolan kami berlangsung seputar perkenalan, akademik, kakak BP dan dimana mereka akan magang. Alarm HPku berbunyi, itu tandanya larutan CaO ku dalam Asam telah di stir selama lima belas menit. Aku mohon permisi pada mereka sebentar, lalu meraih erlenmeyer dari atas hot plate stirrer dan langsung menyaringnya dengan menggunakan penyaring vakum. Disaat aku menyaring larutan tadi, Helda dan kawan-kawan mohon pamit. “Ya, silakan” jawabku.
Sendirian lagi deh di labor…..
September 6, 2007
Astaghfirullahal’adzim
Beberapa hari terakhir ini entah mengapa aku selalu merasa ragu untuk memenuhi beberapa agenda pertemuan. Selalu saja aku menemukan kondisi dimana aku harus memilih salah satu diantara dua pilihan. Seringkali aku berhenti di sebuah persimpangan untuk memutuskan jalan mana yang aku pilih dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk memilih apakah aku belok kanan atau kiri…
September 3, 2007
“Pisang yang masak kupotong tipis-tipis, lalu kuletakkan di atas sebuah piring kecil, lalu kutaburi dengan meses dan tepung gula. Susu kental ku tambahkan sedikit untuk menambah manis dan enaknya pisang yang kubuat. Kreasiku ini kujual ke teman-temanku yang sering bermain ke rumah. Untuk satu pisang kujual seribu rupiah sedangkan setengah pisang kujual lima ratus rupiah. Kadang-kadang mereka merengek ke orangtua mereka untuk membeli pisang kreasiku. Betapa senangnya hatiku ketika banyak yang suka dengan pisang kreasiku. Dengan modal uang belanja harian yang diberikan oleh ayah, aku bisa membeli bahan-bahan daganganku dan memperoleh keuntungan yang lumayan. Bisa menambah belanjaku sekaligus mengisi waktu soreku yang sekarang kosong, karena beberapa bulan yang lalu aku tidak lagi mengaji di TPA dekat rumah karena sudah “Khatam Qur’an”.
“Abangku Agus, ternyata juga suka dengan pisang kreasiku. Dia adalah pembeli pertama, saat pertama kali aku mulai menjual pisang kreasi. Ide ini kudapat di sekolah. Sepertinya membuatnya mudah dan murah. Aku bisa membuatnya di rumah dan bisa menjualnya ke teman-temanku. Bersama dengan Tessa, tetangga dan teman karibku yang masih kelas tiga SD, aku mulai menekuni berjualan ini. Anak-anak mulai berdatangan ke rumahku, dan aku sibuk menghiasi pisangku untuk kujual.”
***
Alvina Azwar (Epi), si “Gadis Penjual Pisang” masih kelas enam di SDN 06 Balai-balai Padang panjang. Si bungsu dan perempuan satu-satunya di keluarga kami. Dia begitu tekun menjual pisang kreasinya. Kupikir adikku ini cuma bisa bertahan beberapa hari, namun tak disangka saat aku pulang ke Padang panjang minggu selanjutnya, dia masih bertahan menjual pisang kreasi tersebut. Uang belanjanya dari ayah Rp. 7000 rupiah sehari. Rp. 2000 digunakannya untuk ongkos ojek ke sekolah sedangkan Rp. 5000, digunakannya untuk modal pisang kreasinya.
“Tetap semangat my Sister, pupuk terus jiwa wirausahamu. Jangan dengar suara-suara pesimis yang mematahkan semangatmu. Ingat, Ibu kita. Saat hari kepergian beliau selamanya-lamanya, beliau masih menyempatkan diri berdagang ke daerah lain dengan segenap rasa sakit yang beliau derita. Hal itu dilakukannya hanya untuk kita, anak-anaknya. ”
“Jiwa semangat kerasnya akan selalu menghiasi hari-hari kita, Allahuakbar…”
Astaghfirullahal’adzim.
Tiga hari yang penuh perjuangan itu sia-sia karena hasil yang kudapatkan salah sama sekali. Ternyata ketentuan yang selama ini kuyakini benar ternyata salah. Variasi konsentrasi asam mineral yang kugunakan adalah 0,5 ; 1,0 ; 1,5 ; 2,0 ; 2,5 M. Aku mengira larutan dengan konsentrasi 2 M yang diencerkan dengan sebanyak-banyaknya air, maka molaritas nya akan tetap. Inilah ketentuan yang kupegang, sehingga saat melarutkan CaO dengan larutan asam sebanyak 100 mL, kuencerkan menjadi 250 mL dengan penambahan aqua bidest. Namun ternyata konsentrasi asam yang dihitung adalah konsentrasi akhir larutan (diskusiku dengan Pak Syukri Arief, Dosen Pembimbing II), sehingga konsentrasi asam yang kugunakan turun, kira-kira turun 2,5 kalinya. Jadinya, aku harus mengulang lagi kerja dari awal.
Bertahun-tahun, Harun Yahya berada di barisan pertama orang-orang yang gigih mengimbangi `doktrin’ evolusi Darwin. Puluhan buku ditulis ilmuwan asal Turki ini untuk memberi sudut pandang yang lain tentang penciptaan makhluk hidup. Buku terkenal pengimbang evolusi karya pria yang nama penanya merupakan gabungan dua nama nabi, yakni Harun dan Yahya, itu adalah Keruntuhan Teori Evolusi.
Berbagai buku lain yang kemudian ditulis Harun Yahya ini arahnya selalu memberi perspektif yang berlawanan dengan teori Darwin. Dengan diterjemahkannya buku-buku itu ke dalam berbagai bahasa membuat pengaruh Harun Yahya menjadi sangat besar.
Usaha keras Harun Yahya ini untuk membuktikan bahwa makhluk hidup yang ada di dunia ini hadir karena ada yang menciptakan, yakni Sang Khalik. Sementara, aliran evolusi menganggap bahwa makhluk hidup di dunia ini hadir begitu saja. Teori Darwin meniadakan peran Sang Khalik dalam penciptaan makhluk hidup.
Harun Yahya sangat yakin teori Darwin itu didukung oleh kekuatan besar bernama filsafat materialisme. Aliran filsafat ini hanya percaya pada hal-hal yang bersifat materi dan tidak memercayai hal-hal gaib. Secara tidak langsung, aliran ini berusaha kuat membuat manusia tidak memercayai keberadaan Tuhan.
Kini Harun Yahya tak lagi sendirian. Sudut pandang lain tentang penciptaan tidak lagi menjadi monopoli aliran evolusi. `Teman’ terbaru Harun Yahya adalah sekelompok ilmuwan di AS. Mereka berjumlah lima orang yang bersama-sama menulis buku berjudul Explore Evolution: The Argument For and Against Neo-Darwinism.
Secara umum, buku ini memberi penjelasan tentang penciptaan secara lebih adil. Selain memaparkan penjelasan Darwin tentang evolusi, buku ini juga menampilkan pemikiran dari orang-orang yang tidak memercayai teori tersebut. Sebagian chapter buku ini ditampilkan di situs resmi buku tersebut, www.exploreevolutio n.com.
Ilmuwan yang terlibat dalam penulisan buku ini adalah Stephen C Meyer. Dia menyelesaikan program Ph D bidang filsafat ilmu di Universitas Cambridge. Disertasi doktoralnya berjudul ‘Sejarah Kehidupan, Struktur Logika Argumentasi Darwin dan Metodologi Sejarah Ilmu’. Ilmuwan lainnya adalah Scott Minnich, associated professor bidang mikrobiologi di Universitas Idaho.
Tiga pakar lain yang juga terlibat dalam penulisan buku yang memberi pandangan kritis terhadap teori Darwin adalah Jonathan Moneymaker, Paul A Nelson, dan Ralph Seelke. Jonathan adalah penulis lepas untuk tema-tema sains, Paul adalah doktor bidang filsafat biologi dan teori evolusi di University of Chicago, dan Ralph adalah doktor bidang mikrobiologi di Universitas Minnesota.
Lima hal penting yang dibahas dalam buku tersebut menyangkut mutasi, seleksi alam, fosil, anatomi, dan embrio. Kelimanya memang tema yang juga penjadi pokok bahasan Darwin. Selain dijelaskan dari sudut pandang teori evolusi, kelima hal tersebut juga diberi pandangan kritis dari kalangan yang meyakini teori Darwin itu salah.
Buku ini telah diujicobakan di berbagai lembaga pendidikan di AS. Umumnya memberi sambutan positif terhadap karya tersebut. Kalangan pendidikan menganggap buku ini cukup adil dan kritis dalam memaparkan teori tentang asal-usul kehidupan.
Seorang profesor bidang bakteriologi dari Universitas Bristol, Alan H Linton, dalam situs resmi buku tersebut mengungkapkan buku tersebut amat membantu mahasiswa meneliti asal mula kehidupan. ‘’Hal yang menarik dari buku ini adalah disajikannya pandangan yang berbeda dengan adil,'’ ungkap dia.
Selain kelima ilmuwan yang menulis buku tersebut, barisan yang ingin mengimbangi teori Darwin ini juga diperkuat sejumlah anggota legislatif di Utah, AS. Pada Februari 2006, lembaga legislatif di negara bagian tersebut mengadakan pemungutan suara untuk menetapkan aturan tentang diizinkannya penyebaran pandangan kalangan yang tidak memercayai teori Darwin.
Sayang, anggota parlemen negara bagian tersebut yang setuju dengan aturan tersebut kalah banyak dengan kalangan yang menolaknya. Seperti ditulis situs New York Times, anggota yang mendukung aturan tersebut berjumlah 28 orang, dan yang menentangnya 46 orang.
‘’Teori Darwin tidaklah lebih legitimate dibanding pandangan yang menganggap bahwa Tuhanlah yang menciptakan semua makhluk di alam ini,'’ ungkap Colic seperti ditulis situs bbc online. Dia pun menyarankan agar para guru biologi di negaranya melompati bab tentang teori Darwin hingga kurikulum baru yang lebih fair dalam memandang teori evolusi disusun.
Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republik a.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republik a.co.id/Cetak_ detail.asp? id=305254&kat_id=3
31 Agustus 2007