August 9, 2007

Monukoro Boo yang Lucu, tapi….

Filed under: about me, Opini

Sekilas tokoh kartun ini tampak lucu. Wajah imut mereka berdua sering menghiasi kertas-kertas binder, tas sekolah, kantong Handphone, Kotak/kantong pensil, dan banyak lagi wajah mereka menghiasi pernak-pernik yang sering dipakai oleh anak-anak maupun remaja Islam.

Sekilas memang babi ini sangat lucu. Dua babi berwarna hitam dan putih ini tampak polos. Menarik memang. Tapi yang namanya babi tetaplah babi. Dalam Islam babi tidak pernah dihalalkan. Seolah-olah gambar kartun ini mencirikan bahwa babi itu adalah binatang yang lucu dan tidak patut untuk dijauhi. Itu bagi kristen dan agama lain tentunya. Namun bagi Islam, yang namanya babi harus di jauhi.

Saya teringat beberapa waktu lalu mengomentari kantong handphone dan kotak pensil seorang teman dengan gambar kartun kedua babi hitam-putih ini dan juga ada kartun anjing.

"Ancak yo kantong HP, jo kotak pensil iko, tapi salahnyo gambarnyo babi jo anjiang". ("Bagus ya, kantong HP dan kotak pensil ini, tai salahnya, gambarnya babi dan anjing.")

Langsung saja si pemiliknya marah, karena ungkapan babi jo anjiang terasa kasar di telinga seorang yang beragama Islam. Tapi faktanya memang demikian. Gambar kartun itu adalah babi jo anjiang. Teman-teman yang  lain yang memperhatikan menjadi tertawa dan mengejek yang punya kedua barang tersebut.

Pada kesempatan lain, saya mengamati bindernya adik saya. Sekarang di kalangan anak-anak SD di Padang panjang, sedang tren mengoleksi kertas binder dengan gambar kartun warna-warni. Disaat membalik-balik kertas didalam binder tersebut, saya juga menemukan gambar monokuro boo ini. Lalu saya tanyakan kepada adik saya. "Ini babi kan?" "Iya" jawab adik saya. Kok mengoleksi gambar babi? saya tanya lagi. Dia hanya diam. Seolah-olah babi tidak layak untuk di jauhi. 

Ternyata kedua binatang yang sangat dijauhi umat Islam ini, dibuat sedemikian lucu sehingga umat Islam pun suka kepada mereka. Yang menjadi pertanyaan. Untuk apa kartun binatang ini harus dibuat lucu?. Mengapa justru babi dan anjing. Mengapa tidak binatang lain saja? Siapakah yang menciptakan karakter-karakter ini? Siapakah target pasar mereka?.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul di benak saya. Saya berusaha mereka-reka apa tujuan dari pembuatan karakter ini. Menurut saya ini adalah salah satu taktik untuk menjauhkan umat Islam dari salah satu syariat Islam akan sesuatu yang haram. Babi dan Anjing adalah haram, bahkan kedua binatang ini adalah jenis najis Mughalazah, najis berat. Membersihkannya saja harus tujuh kali dengan air satu kali diantaranya dengan tanah. Ternyata usaha-usaha kecil seperti ini mampu menjauhkan umat Islam dari syariatnya. Umat Islam harus lebih memperhatikan mainan anak-anak mereka. Umat Islam harus peka terhadap segala bentuk usaha-usaha untuk menjauhkan mereka dari syariat Islam. Jangan sampai suatu saat nanti babi dan anjing berubah status menjadi makanan yang halal bagi umat Islam

Agustus 2007

Guswanto 

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://guswanto.blogsome.com/2007/08/09/monukoro-boo-yang-lucu-tap/trackback/

  1. SETUJUUUUUUUUUU!!!!!
    AKHIRNYA ADA ORANG YANG SEPENDAPAT DENGANKU!!!!!

    Comment by ya'nun — December 17, 2007 @ 2:44 pm

  2. beneeeerrr banget. kenapa gak dari dulu aja ada yang kayak gini. saya juga gemes bNGET dengan monokooroobo itu, pengen ngejitak smpai mampus, sok imut banget, padahal aslinya aja dah menjijikkan.

    Comment by RADiyyah — January 16, 2008 @ 10:02 am

  3. yess!sama bangeeeeet!

    Comment by rany — February 15, 2008 @ 3:50 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.