August 28, 2007

I’m so tired

Filed under: about me

Sejak senin saya seharian berada di Laboratorium Kimia Anorganik Jurusan Kimia Unand. Berkutat dengan asam-asam kuat seperti HNO3, H2SO4, HCl, dan satu yang agak lemah H3PO4, membuat saya harus minum susu sebanyak-banyaknya. Asam-asam mineral inilah objek penelitian saya. Bagaimana pengaruh masing-masingnya terhadap pembentukan precipitated calcium carbonate (PCC). Untuk HNO3 dan HCL sebagian besar telah dikerjakan dalam dua hari ini. Sendirian kerja di labor, membuat saya merasa kesepian. Beberapa orang rekan selabor belum mulai kerja, sedangkan beberapa orang yang lain sudah seminar hasil. Adakah yang mau menemani untuk hari-hari berikutnya….???

Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

Filed under: about me

Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir
sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain,
sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal
ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang
dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

Contohlah Rasulullah, yang setiap subuh selalu mendapat asupan udara
segar. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail.
Biasanya orang yang memulai kehidupan di pagi hari dengan bangun
subuh, akan menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme.
Berbeda dengan orang yang tidak bangun di subuh hari, biasanya lebih
mudah terserang rasa malas untuk beraktivitas.

Untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya pada pagi hari, Rasulullah
SAW biasa memakai siwak. Siwak mengandung flour yang sangat
bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Mulut dan gigi
merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan.
Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan
menjadi terganggu.

Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan air dingin yang
dicampur dengan madu. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat)
yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan
menyeluruh. Pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai
penyakit. Madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan
usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir, luka bakar, dan
peradangan.

Tujuh butir kurma ajwa (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw
menjelang siang. Beliau pernah bersabda, “Barang siapa yang makan
tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.” Hal ini
terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan
Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun
yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat
yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibu al Barra’,
salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya
meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut.
Rahasianya adalah tujuh butir kurma yang biasa dikonsumsi Rasulullah
saw.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak
zaitun. Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi
dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak
sekali, diantara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan
sembelit, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-
sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang
sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari
serangan penyakit.

Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau
beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk
lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan
shalat. Rasulullah saw bersabda: “Cairkan makanan kalian dengan
berdzikir kepada Allah dan shalat, serta janganlah kalian langsung
tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”

Artikel diatas diambil dari buku Panduan Diet Ala Rasulullah yang
ditulis oleh Indra Kusumah SKL, S.Psi. Buku ini mengulas tentang
pola makan Rasulullah saw sehari-hari, adab makan Rasulullah,
makanan kesukaan Rasulullah serta khasiatnya, makanan dan minuman
yang kurang disukai Rasulullah saw, makanan dan minuman yang
dilarang Rasulullah, dan lain sebagainya.

Panduan Diet Ala Rasulullah mencoba menggabungkan unsur keteladanan
diet ala Rasulullah dengan pengetahuan ilmiah. Buku ini diterbitkan
oleh QultumMedia.

www.qultummedia. com

August 23, 2007

My Research … Begin!!!

Filed under: about me

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan tertunda, akhirnya penelitianku di mulai. Tadi siang aku mulai melakukan kalsinasi terhadap 200 g batu kapur dari daerah Halaban Kab. 50 kota denggan muffle furnace di lab. analitik lt.3. Butuh waktu 2,5 jam untuk menaikkan suhu sampai 991 derajat celcius. Suhu ini adalah suhu tertinggi dari alat ini. Sebenarnya aku membutuhkan suhu 1000 derajat celcius agar pembentukan CaO dari batu kapur berlangsung lebih cepat. CaO sendiri pada suhu 800 derajat celcius sudah terbentuk, namun membutuhkan waktu yang lama agar pembentukan oksida berlangsung sempurna. Dengan menaikkan suhu sampai 1000 derajat celcius, pembentukan Cao akan lebih cepat. Namun aku bersyukur masih bisa melakukan kalsinasi di lab. sendiri, tidak harus ke PT. Semen Padang. Dibutuhkan waktu seharian untuk melakukan kalsinasi ini, karena setelah dibakar pada suhu 991 derajat celcius ini selama 1,5 jam, alat harus didinginkan sampai suhu 25 derajat celcius. Oleh karena itu, aku baru bisa mengambil hasil kalsinasi besok.
Berdasarkan perhitungan stoikiometri, CaO yang harus diperoleh adalah 112 gram. Mudah-mudahan besok hasil nya sama atau sedikit mendekati.

Eh ternyata di lab analitik, hari ini ada “duren party” setelah ujian penutup praktikum Kimia Dasar II untuk anak Basic Science. Jadinya aku ikut meramaikan acara ini. Terimakasih ya… teman-teman lab. analitik… Yus, Sil, Ami, Yulia, Diana, Ami lagi, dlli. duren dan ketannya. lamak banaaaa…. !!!

August 9, 2007

Monukoro Boo yang Lucu, tapi….

Filed under: about me, Opini

Sekilas tokoh kartun ini tampak lucu. Wajah imut mereka berdua sering menghiasi kertas-kertas binder, tas sekolah, kantong Handphone, Kotak/kantong pensil, dan banyak lagi wajah mereka menghiasi pernak-pernik yang sering dipakai oleh anak-anak maupun remaja Islam.

Sekilas memang babi ini sangat lucu. Dua babi berwarna hitam dan putih ini tampak polos. Menarik memang. Tapi yang namanya babi tetaplah babi. Dalam Islam babi tidak pernah dihalalkan. Seolah-olah gambar kartun ini mencirikan bahwa babi itu adalah binatang yang lucu dan tidak patut untuk dijauhi. Itu bagi kristen dan agama lain tentunya. Namun bagi Islam, yang namanya babi harus di jauhi.

Saya teringat beberapa waktu lalu mengomentari kantong handphone dan kotak pensil seorang teman dengan gambar kartun kedua babi hitam-putih ini dan juga ada kartun anjing.

"Ancak yo kantong HP, jo kotak pensil iko, tapi salahnyo gambarnyo babi jo anjiang". ("Bagus ya, kantong HP dan kotak pensil ini, tai salahnya, gambarnya babi dan anjing.")

Langsung saja si pemiliknya marah, karena ungkapan babi jo anjiang terasa kasar di telinga seorang yang beragama Islam. Tapi faktanya memang demikian. Gambar kartun itu adalah babi jo anjiang. Teman-teman yang  lain yang memperhatikan menjadi tertawa dan mengejek yang punya kedua barang tersebut.

Pada kesempatan lain, saya mengamati bindernya adik saya. Sekarang di kalangan anak-anak SD di Padang panjang, sedang tren mengoleksi kertas binder dengan gambar kartun warna-warni. Disaat membalik-balik kertas didalam binder tersebut, saya juga menemukan gambar monokuro boo ini. Lalu saya tanyakan kepada adik saya. "Ini babi kan?" "Iya" jawab adik saya. Kok mengoleksi gambar babi? saya tanya lagi. Dia hanya diam. Seolah-olah babi tidak layak untuk di jauhi. 

Ternyata kedua binatang yang sangat dijauhi umat Islam ini, dibuat sedemikian lucu sehingga umat Islam pun suka kepada mereka. Yang menjadi pertanyaan. Untuk apa kartun binatang ini harus dibuat lucu?. Mengapa justru babi dan anjing. Mengapa tidak binatang lain saja? Siapakah yang menciptakan karakter-karakter ini? Siapakah target pasar mereka?.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul di benak saya. Saya berusaha mereka-reka apa tujuan dari pembuatan karakter ini. Menurut saya ini adalah salah satu taktik untuk menjauhkan umat Islam dari salah satu syariat Islam akan sesuatu yang haram. Babi dan Anjing adalah haram, bahkan kedua binatang ini adalah jenis najis Mughalazah, najis berat. Membersihkannya saja harus tujuh kali dengan air satu kali diantaranya dengan tanah. Ternyata usaha-usaha kecil seperti ini mampu menjauhkan umat Islam dari syariatnya. Umat Islam harus lebih memperhatikan mainan anak-anak mereka. Umat Islam harus peka terhadap segala bentuk usaha-usaha untuk menjauhkan mereka dari syariat Islam. Jangan sampai suatu saat nanti babi dan anjing berubah status menjadi makanan yang halal bagi umat Islam

Agustus 2007

Guswanto 

August 6, 2007

Masih Ngaku Keturunan Kera…?

Filed under: science

Coba baca Artikel di situs Hidayatullah.com ini….. 

Penelitian  Turkish Economic and Social Studies Foundation, TESEV),  menunjukkan, 87.4 % percaya “Tuhan menciptakan manusia”. Dan Eropa pun goncang!

Hidayatullah.com–Para pemikir Perancis telah mengemukakan pemikiran-pemikiran paling menyimpang terhadap hal-hal suci dan nilai-nilai ajaran agama, yang berujung pada gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama kebebasan. Para cendekiawan Perancis yang sangat berpengaruh seperti Voltaire, Rousseau, Diderot, Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean-Paul Sartre dan Albert Camus telah memainkan peran utama dalam pergeseran Eropa ke arah materialisme dan penyebaran ateisme.

Perancis masih merupakan salah satu dari negara-negara yang memperlihatkan permusuhan paling nyata terhadap keimanan kepada Tuhan. Sebagian besar masyarakat Perancis berada dalam kendali penuh paham sosialis, dan telah bersatu melawan nilai-nilai ajaran agama akibat salah informasi dan kurangnya pendidikan. Perancis juga memberikan dukungan terbuka kepada terorisme komunis separatis yang tidak berkesudahan di Turki. Perancis terkenal akan sikap permusuhannya terkait dengan pembantaian ras Armenia yang diduga ada itu. Selain itu, sangatlah penting bahwa pusat Freemasonry dunia harus berada di Perancis.

Masyarakat Perancis sangat bangga dengan pujian terhadap para filsuf mereka, pemikiran-pemikiran menyimpang yang mereka tanamkan ke seluruh dunia, dan budayanya, yang sesungguhnya tidak mengandung apa pun selain tipuan kosong. Namun hari ini, mereka mengalami pukulan keras. Buku berjudul L’ATLAS DE LA CREATION (The Atlas of Creation, atau Atlas Penciptaan) telah mengundang perhatian para tokoh penting, dan seluruh pusat pendidikan di Perancis telah membunyikan tanda bahaya tingkat paling tinggi

Hingga kini, Perancis telah menolak seluruh pandangan yang menentang filsafat-filsafat menyimpang mereka sendiri dan tidak menganggapnya sebagai sebuah ancaman. Akan tetapi, mereka telah dikagetkan oleh buku Atlas Penciptaan dan benar-benar mengalami keadaan gegar budaya (culture shock). Menteri Pendidikan Perancis melontarkan pernyataan pribadi, meminta buku tersebut dijauhkan dari para siswa. Ia tidak menyesal dengan menyatakan bahwa ia menganggap buku itu tidak dapat diterima masyarakat Perancis.

Permasalahan tersebut diulas dengan bahasa yang kasar di koran-koran dan majalah-majalah utama Perancis. Judul utama dengan kata-kata yang mengisyaratkan bencana dan ketakutan, seperti “gempa bumi,” “serangan” and “pemboman ” muncul di media cetak seperti Le Figaro, L’Express, Le Monde dan La Croix.

Semua tanggapan ini menyingkap dampak yang ditimbulkan buku tersebut di Perancis, sebab buku tersebut merupakan penghancuran tak terbantahkan terhadap Darwinisme, tanpa menyisakan keraguan sedikit pun.

Namun sesungguhnya, apa yang dipermasalahkan adalah sebuah buku dan pemikiran-pemikiran serta bukti-bukti yang dimuatnya. Jika bantahan hendak diberikan, maka haruslah pula didukung oleh bukti-bukti, dan pada tataran intelektual. Tapi Perancis, ketika dihadapkan langsung dengan fakta Penciptaan yang jelas dan tak terbantahkan untuk kali pertama, tiba-tiba menanggalkan budaya kebebasan berbicara yang dianutnya selama ratusan tahun—yang kesemuanya untuk tujuan mengingkari keberadaan Tuhan dan melindungi filsafat materialis dari keruntuhan. Kini bangsa Perancis mengambil kebijakan pengekangan dan pelarangan yang diwariskan Jerman Nazi. Perancis diperkirakan menempuh “jalan terakhir“ berupa pembakaran massal ala Nazi buku penting tersebut, yang oleh menteri pendidikan telah dilarang di sekolah-sekolah!

Keadaan ini, yang memperlihatkan ketidakberdayaan mereka yang tidak mampu membantah secara intelektual, sesungguhnya mengumumkan keruntuhan materialisme. Dengan kehendak Tuhan, abad ke-21 akan menjadi zaman keemasan bagi umat manusia ketika kaum beriman secara intelektual menghapuskan seluruh gerakan yang menentang nilai-nilai ajaran agama.

Menurut penelitian Yayasan Pengkajian Ekonomi dan Sosial Turki (Turkish Economic and Social Studies Foundation, TESEV), jumlah orang di Turki yang mengatakan bahwa“Tuhan menciptakan manusia” mencapai 87.4%. Ini memicu reaksi besar di Eropa, yang berada dalam pengaruh kuat materialis. Penolakan bangsa Turki dalam jumlah mayoritas terhadap teori evolusi telah menjadi bahan keterkejutan dan kekhawatiran yang besar. Kita berharap bahwa bangsa Turki akan membantu masyarakat Eropa menyaksikan kebenaran dan berpaling kepada nilai-nilai ajaran agama.

Keruntuhan Darwinisme Tidak Dapat Ditutup-Tutupi!

Teori evolusi adalah pernyataan tidak ilmiah yang berusaha dipertahankan oleh para penganutnya dengan menggunakan tengkorak-tengkorak tipuan, fosil-fosil “bentuk peralihan” palsu dan praduga yang tiada habisnya—yang kini telah kehilangan nilai kebenarannya.

Dua penemuan mendasar sejak masa Charles Darwin membantah teorinya. Dua hal ini adalah:

Pertama,  Catatan Fosil Membuktikan Kekeliruan Evolusi

Dalam bukunya The Origin of Species, Darwin secara terbuka mengakui bahwa fosil-fosil tidak mendukung teorinya! Sebagaimana ia berkata,

“Mengapa, jika spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit yang tak teramati, kita tidak melihat bentuk peralihan yang tak terhitung di mana-mana? Mengapa semua makhluk hidup tidaklah dalam keadaan membingungkan, tetapi justru berwujud spesies, sebagaimana yang kita lihat, terpisahkan secara jelas?…Tetapi, jika menurut teori ini bentuk-bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya seharusnya ada, mengapa kita tidak menemukannya terkubur dalam jumlah tak terhitung di dalam kerak bumi?… Lalu mengapa setiap bentukan geologis dan setiap lapisan tidak dipenuhi bentuk-bentuk mata rantai pertengahan seperti itu? Geologi nyata-nyata tidak menyingkap rantai makhluk hidup semacam itu;dan ini, mungkin, adalah sanggahan paling nyata dan berat yang dapat dilontarkan terhadap teori saya.“ (Charles Darwin, The Origin of Species, edisi 1., hal. 172.)

Lebih dari seratus lima puluh tahun telah berlalu sejak masa Darwin, namun tak satu pun fosil yang membuktikan teori evolusi telah ditemukan sejauh ini. Sebaliknya, setiap fosil yang ditemukan diketahui sebagai sisa-sisa dari sejumlah spesies sempurna dan berbentuk lengkap.

Fosil-fosil seperti “Lucy’s Daughter,” “Gogonasus” dan “Tiktaalik Roseae,” yang telah diberitakan di media massa beberapa bulan silam tidaklah memperlihatkan ciri-ciri peralihan. Serupa dengan hal itu, fosil yang ditemukan di Sivas, Turki, dan digambarkan sebagai “kuda berkuku-tiga,” bukanlah pula sisa-sisa bentuk peralihan apa pun, tapi binatang berkaki empat biasa yang kini punah. Seluruh fosil berasal dari hewan dan tumbuhan berbentuk lengkap dan sempurna—sebuah fakta terbukti yang sangat diketahui para pakar fosil.

Kaum evolusionis belum menemukan satu fosil pun bentuk peralihan yang dapat mereka kemukakan sebagai bukti. Berulang kali kami telah meminta para evolusionis Turki untuk memamerkan dua atau tiga fosil peralihan, jika mereka punya, dalam kantor atau kantor pusat surat kabar mereka. Tapi tak satu pun bersedia. Satu-satunya alasan tidak adanya tanggapan dari mereka terhadap tantangan terbuka ini adalah ketiadaan fosil-fosil bentuk peralihan apa pun.

Dan kebisuan mendalam ini tidaklah terbatas pada para evolusionis Turki saja; tidak ada evolusionis di mana pun di dunia ini yang memiliki fosil-fosil bentuk peralihan. Sekitar 100 juta fosil telah tergali hingga kini. Banyak yang telah disimpan di dalam arsip dan lainnya dipajang untuk umum. Akan tetapi dari keseluruhan fosil berjumlah besar ini, tidak terdapat satu pun bentuk pertengahan. Fosil-fosil itu berasal dari spesies masih hidup yang kita kenal saat ini—yang umumnya disebut sebagai “fosil-fosil hidup”—atau berasal dari bentuk-bentuk makhluk hidup punah seperti dinosaurus dan gajah purba. Fosil-fosil adalah bukti bagi Fakta Penciptaan, dan bukan bukti bagi pernyataan kaum evolusionis.

Para peneliti sukarelawan telah menyelenggarakan pameran-pameran fosil di banyak kota di Turki. “Fosil-fosil hidup“ dalam pameran ini, yang menyediakan bukti nyata bahwa makhluk hidup terus bertahan hidup tanpa mengalami perubahan selama jutaan tahun, telah menimbulkan kegelisahan mendalam dan bahkan kemarahan di kalangan kaum materialis. Semakin banyak fosil membatu dari makhluk hidup punah diperlihatkan kepada mereka, semakin geramlah kelompok ini dan semakin terluapkan kemarahannya.

Kalangan evolusionis Turki, di sisi lain, secara diam-diam mengakui kekalahan mereka dalam kelesuan dan keputusasaan sama sekali. Sebagian evolusionis dengan pengetahuan terbatas yang sekedar baru belajar tentang nilai teramat penting fosil-fosil peralihan, akhirnya memahami kesulitan tak terpecahkan yang mereka hadapi, dan memilih bersikap diam membisu.

Kedua, Protein—Bahan Dasar Pembentuk Makhluk Hidup —Tidak Dapat Membentuk Dirinya Sendiri dari Benda Tak Hidup

Protein adalah molekul teramat rumit yang merupakan batu bata pembangun sel hidup dan juga melakukan peran-peran penting di dalamnya. Peluang sebuah protein membentuk dirinya sendiri secara kebetulan adalah 1 per 10950. (Dalam istilah sebenarnya, kemungkinan ini adalah nol.) Mengatakan bahwa jutaan spesies hidup muncul menjadi ada secara kebetulan, padahal tak satu protein pun yang dapat melakukan hal tersebut, adalah khayalan murni materialis-evolusionis.

Akankah Perancis Yang-Terguncang dan Para Evolusionis di Negeri Itu Melakukan Pembakaran Buku Masal ala Nazi?

Upacara pembakaran buku massal, yang didalangi para pemimpin Jerman Nazi, adalah cara primitif untuk mengekang pemikiran dan melarangnya dari masyarakat. Upacara pembakaran buku pertama oleh Nazi terjadi pada tanggal 10 Mei 1933, ketika ribuan lembar buku yang tidak sejalan dengan ideologi Nazi dibakar dengan diiringi lagu mars dan pemberian hormat khas Nazi.

Mereka yang tidak mampu membantah pemikiran dengan memaksakan pemikiran mereka sendiri selalu mengambil tindakan pelarangan buku, pemaksaan terhadap pembacanya dan bahkan mengambil tindakan hingga membakar buku tersebut. Kini Perancis, yang tidak memiliki bantahan intelektual, sedang bingung apa yang harus dilakukan terhadap buku Atlas Penciptaan dan, persis seperti para evolusionis di negeri itu, mereka tengah mencari sebuah cara untuk menghilangkan buku tersebut dari pandangan umum.

Akankah Perancis mengambil tindakan terakhir dengan membakar buku-buku Atlas Penciptaan di depan Menara Eiffel atau Les Invalides. . . ?

Karya Besar Yang Telah Mengguncang Perancis

Jilid pertama dari tujuh jilid buku Atlas Penciptaan yang direncanakan, keseluruhannya terdiri dari 5.600 halaman dan sekitar 11.000 gambar, telah mengejutkan warga Perancis.

Karya besar dengan 764 halaman ini, satu-satunya di dunia dengan ukuran 28 x 38 sentimeter dan dicetak dengan kualitas teknis prima, menampilkan ratusan fosil, masing-masing membantah teori evolusi dan berisi informasi paling meyakinkan tentang keruntuhan Darwinisme. Dengan gambar hologram asli pada sampulnya, sekitar 1.500 gambar dan foto berwarna pada kertas mengkilat, buku tersebut luar biasa dalam penampakan fisiknya. Selain itu, karya penting ini dilengkapi dengan VCD dokumenter Fossils Have Discredited Evolution (Fosil Membantah Evolusi). . . Anda dapat membeli buku ini langsung dari Global Publishing, atau membacanya secara gratis melalui Internet.

Untuk menyaksikan betapa sesungguhnya teori Evolusi adalah sebuah kebohongan, Anda harus membaca buku-buku karya Harun Yahya (Adnan Oktar).

Dengan nama pena Harun Yahya, Adnan Oktar telah menulis sekitar 250 buku, yang keseluruhannya mencapai 46.000 halaman, dan memuat sekitar 31.500 gambar. Sekitar 7.000 dari keseluruhan halaman ini—dan 6.000 dari keseluruhan gambar tersebut—mengulas tentang keruntuhan Teori Evolusi.

Beberapa  buku yang banyak mengulas tentang itu, antara lain; Keruntuhan Teori Evolusi *, Kebohongan Sejarah: Zaman Batu . . . Darwinisme Terbantahkan* ,  Suatu Ketika Di Masa Lalu Terdapat Darwinisme,  Keruntuhan Teori Evolusi Dalam 20 Pertanyaan*, Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme*,  Sel dalam 40 Topik,  Mantra Hitam Darwinisme, Keruntuhan Teori Evolusi dalam 50 Topik, Desain Sempurna di Alam Semesta Bukanlah Karena Kebetulan, Senjata Sosial Darwinisme, Mengapa Darwinisme Bertentangan dengan Al Qur’an*, Kekeliruan Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan Amerika, Keajaiban Ciptaan Allah*, Fasisme: Ideologi Berdarah Darwinisme,  Menyibak Tabir Teori Evolusi*, Jawaban Pasti terhadap Propaganda Evolusionis, Agama Darwinisme, Bagaimana Fosil-Fosil Membantah Evolusi, Atlas Penciptaan.  (* Tersedia dalam bahasa Indonesia.)

Anda dapat membaca buku-buku karya Adnan Oktar (yang menulis dengan nama pena Harun Yahya) secara gratis di situs internet berikut: www.harunyahya.com/indo (bahasa Indonesia), www.harunyahya.com dan www.harunyahya.net Atau selain itu Anda dapat memesannya dalam bentuk cetak di www.bookglobal.net. [cr/cha]
August 4, 2007

BerIslam Dalam Keterbatasan Yang Kita Miliki

Filed under: about me

Alloh SWT berfirman : ” Bertaqwalah kepada Alloh menurut ukuran kemampuanmu ” (QS. At-Taghabun:16).
Ini berarti bahwa Alloh mengetahui keterbatasan kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan itulah Ia ingin kita berislam. Nabi Muhammad SAW bersabda, ” Alloh merahmatti seseorang yang menegtahui kadar kemampuan dirinya. ” Dengan menegtahui kadar kemampuan diri sendiri, kita bisa memposisikan diri secara tepat dalam berbagai situasi kehidupan.
Perintah-perintah dalam Islam begitu banyak , seperti menuntut ilmu, beribadah, ibadah mahdhah, belajar, berjihad dan sebagainya. Tidak semua perintah dapat kita lakuakan dengan cara yang expert, sempurna. Oleh karena itu di surga disediakan banyak pintu, salah satunya adalah pintu ibadah shalat, zakat, haji, dan seterusnya. Dan karena batas kemampuan itulah mengharuskan kita untuk memilih fokus tertentu dalam kehidupan kita.
Dalam suatu dialog antara Abu Bakar dan Rasulullah, Beliau mengatakan bahwa sesungguhnya di suraga itu ada banyak pintu dan setiap orang nanti ada yang msuk melalui pintu shalat, puasa dan sebagainya. Kemudian Abu Bakar bertanya, ”Adakah orang yang masuk melalui semua pintu itu?” Rasulullah menjawab, ”Ada, dan aku berharap kamu adalah salah seorang di antaranya.”
Jadi setiap manusia memiliki 2 ciri keterbatasan :
1.Sifat parsial (artinya kita tidak bisa memiliki/menguasai segala bidang)
2.Dalam lingkar yang sangat parsial itu kemampuan kita juga terbatas. Misalnya dalam bidang kedokteran, kita memiliki kelebihan dibanding lainnya, namun kita pun tetap saja terbats dalam penguasaan bidang kedokteran itu.

Dalam konteks keterbatasan itulah Alloh mengatakan dalam QS.Al Baqarah 2:286, ” Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya,” Hanya saja ibadah-ibadah yang sudah tetap waktu dan kapasitasnya seperti shalat lima waktu, Alloh telah mengukur kemampuan manusia dan pada dasarnya manusia memang sanggup melakukannya. Sebab semua perintah yang sifatnya wajib khususnya fardhu ’ain dan waktunya sudah ditentukan, dalam perhitungan Alloh pasti manusia bisa melakukannya. Oleh karena iru perintah-perintah dibuat dalam urutan-urutannya.
Sabda Rasululloh di atas berguna bagi kita untuk :
1.Menentukan fokus-fokus nilai Islam yang akan diperkuat
2.Memahami diri kita dan membantu dalam menentukan posisi kehidupan sosial.

Kesalahan orang dalam bergaul adalah karena ketidakmampuan dalam memposiskan dirinya dalam kehidupan sosial. Ini merupakan kesalahan umum. Jadi dengan demikian memahami keterbatasan diri adalah bagian dari perintah Islam.
Kesan yang ada selama ini dalam benak orang-orang muslim adalah semua urusan pengembangan diri adalah urusan psikologi dan sekolah pengembangan diri. Padahal, justru Islam sangat menganjurkan dan menekankan masalah ini pada awlnya. Karena itu ada yang menarik pada sejarah Islam. Umar memiliki fisik yang besar, jago berkelahi dan perang, tetapi tidak pernah sekalipun ditunjuk menjadi pemimpin perang. Usamah yang berusia 16 tahun pernah ditugaskan memimpin perang. Mengapa? Karena Umar tidak hanya bisa memimpin pasukan perang tapi juga negara, dan untuk itulah ia disiapkan.
Jadi orang yang memiliki kualiatas A jangan diberi tugas B. Jika kita memilki kualitas B, yang akan dipertanggungjawabkan kepada Alloh adalah apakah kita benar-benar mencapai kualitas B itu dengan baik? Alloh tidak akan menuntut kita untuk mencapai kualitas A. Tetapi jika kita mempunyai kualitas A, tapi hasilnya B, maka selisih A dan B hasilnya dosa. Dan masalahnya sekarang adalah bagaimana mengetahui bahwa ada selisih antara kualitas A dan B?

Disadur dari blognya Aang Fahruroji,S.Si posted @ Friday, December 23, 2005

(Maaf, tulisannya di ambil karena tulisan ini membuat ku sadar siapa diriku)

My Milad

Filed under: about me

Berikut adalah sms ucapan selamat milad yang masuk ke HP saya hari ini :

Ass d’agus,,,(’,') uda jauh <I"I> sekali…./"L,,, <(O)>karena I"I itu uwi./"L berteriak,,, (’O')/"h@pPy /I’ b’day./" ya da agus. traktr????? (Swi lestari, adik BPku, dikirim pukul 06:10:48)

Wrna khdupn bgtu bragam.Tinggal dtata seapik mgkn agar sjuk dpndng mata. Akn kmn kaki mlngkah? Mg 22 thn tlh nlalu mjd ssuatu yg bnilai. Slmt milad ke-22 Sdrku… (Ihsan Iswaldi, My ex-Mr, dikirim pukul 06:19:27)

dwsa,wkt tlah mbwmu ksn.ucpknlahsyukr pdNYA.ktk kdwasaan mcpai trang br trsa hidup,bgtu sulit tp smua itu bs djlni bl djlnNYA.met ultah agus,mg sukses trus…(Meiten Mira Hayati, kakak BPku, dikirim pukul 06:36:54)

Met ultah gus… Smoga 4jjl punya rncn yg indah buat lw dtaon niy…Amin (Mega Yulia, teman BPku, dikirim pukul 10:20:35) 

 Aslm..da, met milad y… smg ssa umr y berkah,, ttp istqmh d jln kbnrn ini,,&smg tndkn yg d lkkn dlm ridho&cinta-Nya..(Felca Rosiana, Lp2I’ers, dikirim pukul 18:21:47)

Terima kasih kepada saudara/saudariku atas ucapan selamat miladnya. 

4 Agustus 2007, Guswanto

Makna Hitam Putih

Filed under: short story

Pagi ini, ujian akhir semester satu dimulai,  Rian berangkat ke kampus Unand Limau Manih dengan memakai kostum hitam putih. Matanya sembab, karena tadi malam dia terlalu memaksakan untuk belajar dan tidur saat larut. Dia hampir saja terlambat bangun untuk shalat Subuh.

Di dalam bus kampuspun Rian terus membaca buku catatannya dan berusaha mengingat-ngingat yang telah dipelajarinya tadi malam. Kimia organik I merupakan mata kuliah yang sangat susah baginya. Ujian dimulai pukul delapan pagi di ruangan C1.7. Sejak turun dari bus kampus dan menelusuri koridor-koridar menuju ruangan tersebut, dia terus mengintip buku catatan dan berusaha mengingat-ngingat materi kuliah tersebut. Andi teman karibnya juga sibuk mengacak-ngacak buku catatan yang berupa fotokopian di sebuah kursi di koridor. Rian menyapanya saat melintas. Kelihatan sekali bahwa dia sedang kebingungan. Rian mendekatinya.

"Sudah mantap belajarnya, Ndi?", sapa Rian semangat.

"Apanya yang mantap, blank otakku dibuatnya", Jawab Andi ketus.

"Yuk kita ke ruangan!", ajak Rian.

"Ya", jawab Andi sambil merapikan catatannya yang sudah acak-acakan.

"Nanti ujiannya yang jujur yang Ndi, jangan sampai mencotek", ucap Rian dengan serius.

"Kalau soalnya sulit gimana?". Tanya Andi.

"Ya, kita kan sudah usaha, seandainya masih gagal gak masalah kan?"

Andi hanya diam saja sampai mereka tiba di pintu ruangan C1.7.

Hampir semua kursi di bagian belakang ruangan C1.7 itu sudah diduduki oleh teman-teman Rian. Andi langsung menuju kursi yang telah berlabel namanya dalam secarik kertas dan langsung duduk disana. Rian mengikuti di belakangnya. Namun hampir semua kursi telah dilabeli oleh teman-teman Rian dengan nama mereka masing-masing.. Dalam hati Rian bertanya, "Apa sih maksudnya?". Rian tetap duduk dekat Andi di kursi yang berlabelkan "Mila" di secarik kertas. Teman-teman yang lain hanya diam saja.

Kesempatan untuk melirik kembali catatannya menjelang ujian dimulai, tidak dilewatkan oleh Rian. Dia kembali menggelar catatan yang telah dipeganginya sejak dari bus kampus tadi di lengan kursi yang didudukinya. "Gugus fungsi alkana, CnH2n+2" gumamnya dalam hati dan berusaha mengingat-ngingat rumus tersebut. Saat tangannya mulai membalik halaman berikutnya. Mila, si pemilik kursi datang dengan marah.

"Ini kan kursi Mila, Rian tidak melihat ada label Mila disana?".

"Tapi Rian duluan datang, makanya Rian duduk disini", Jawab Rian.

"Mila sejak kemaren telah memberi label kursi ini dengan nama Mila di secarik kertas, ayo berdiri", Mila terus memaksa. Rian berusaha menahan emosinya."Tapi, mengapa harus kursi ini?", tanya Rian.

"Rian lihat sendiri, kan?, posisi kursi ini memungkinkan Mila untuk leluasa dalam ujian"

Sejenak Rian memperhatikan ke sekelilingnya. Memang posisi kursi ini jauh dari pantauan Pengawas Ujian, karena terletak agak ke belakang.

"Kalau Rian nggak mau, gimana", tanyanya lagi.

"Ya, Mil, biarkan saja Rian duduk disana." Andi yang dari tadi hanya diam ikut bicara.

"Pokoknya Mila yang duduk disini, Rian silakan cari kursi yang lain", jawab Mila dengan nada yang cukup keras. Semua teman-teman yang sejak tadi sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk ujian, sekarang memperhatikan mereka berdua.

Dengan kesal, Rian membereskan buku-bukunya dan mencari kursi yang lain. Hampir semua kursi telah di beri label, hanya beberapa kursi bagian depan yang tidak berlabel. Rian duduk di kursi paling depan, dekat dengan meja Pengawas Ujian. Sekilas Rian melihat ke belakang ke arah Mila. Gadis itu masih cemberut dan menulisi telapak tangannya dengan rumus-rumus sambil membalik-balik buku catatan. Di belakang Mila, Nora berlatih melihat buku catatan yang didudukinya. Pandangannya lalu dialihkannya ke Andi. Tenyata Andi sedang memegang catatan kecil dan sedang serius memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa melihatnya dan tidak diketahui pengawas. Hal ini membuat Rian menjadi semakin kesal. Ternyata ajakannya selama ini untuk tidak berlaku curang dalam ujian tidak ditanggapi sama sekali oleh teman-temannya. 

Tepat jam delapan pagi, dua orang pengawas memasuki ruangan.

"Kumpulkan tas ke depan." ucap salah seorang dari pengawas itu sambil merobek amplop materi ujian. Dalam hitungan detik, tas mahasiswa telah berjajar di bagian depan ruangan. Kedua pengawas itu mulai membagikan lembaran pertanyaan dan lembaran jawaban.

Sekilas Rian membaca lima buah pertanyaan yang diberikan. Rian tidak yakin dapat menjawab semuanya. Seolah-olah apa yang dipelajarinya semalam hilang dari benaknya. Mungkin karena  dipaksa belajar sampai larut malam,  otaknya menjadi tertekan, ditambah lagi kejadian sebelum ujian dengan teman-temannya yang membuatnya kesal. Rian terus berusaha mengingat-ngingat apa rumus struktur dari gliseraldehid; 2,2,4-trimetilpentana; sikloheksana pada pertanyaan pertama. Hanya 2,2,4-trimetilpentana yang bisa dijawabnya.

Rian beralih ke pertanyaan kedua. "Sebutkan tiga buah isomer dari C8H14!". Hah, isomer?  Rian tidak ingat sama sekali dengan yang namanya isomer. Rian terus berusaha mengingat-ngingat. Namun usahanya sia-sia, dia tidak ingat sama sekali. Pertanyaan ketiga, "Apakah produk yang dihasilkan jika metana direaksikan dengan gas klor dengan adanya cahaya?". Hanya rumus metana dan gas klor yang diketahuinya. Produk dari reaksi ini tidak diketahui oleh Rian. Dua pertanyaan selanjutnya tidak diketahui Rian sama sekali. Perhatiannya dialihkan lagi ke pertanyaan satu. Hingga pertanyaan terakhir Rian masih tidak mempunyai gambaran jawaban yang akan ditulisnya.  Dia putus asa, tak mampu lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Ruangan mulai ribut dengan bisik-bisik tertahan mahasiswa, saat salah seorang Pengawas keluar. "Mereka mulai lagi. Mengapa selalu begini?" Rian mengumpat dalam hati. Rian melayangkan pandangannya ke arah Pengawas. Tidak ada sedikitpun reaksinya terhadap suasana ribut ini.

Rian tidak bisa konsentrasi dengan ujiannya dan sekarang dia tidak lagi memikirkan ujiannya ini. Dia teringat pada hari Jumat lalu sebelum ujian. Dia harus berangkat pagi-pagi dan naik bus kampus pertama untuk menempel pamflet ajakan untuk jujur dalam ujian. Saat itu dia menempelnya di papan pengumuman dengan sembunyi-sembunyi, takut ketahuan oleh teman-temannya. Tapi pamflet itu tidak diperhatikan sama sekali oleh teman-temannya. Terbukti tidak ada perubahan yang terjadi. Begitu juga ajakannya kepada Andi, sobat karibnya. Sampai hari inipun Andi masih membuat catatan kecil "jimat".

Rian melihat ke belakang ke arah Andi, sobat karibnya itu sedang membolik-balik catatan kecilnya, mencari jawaban pertanyaan sebanyak-banyaknya. Mila, gadis yang tadi mengusirnya juga sibuk bertanya ke teman yang duduk di sampingnya. Hampir semua temannya melakukan hal yang sama.

Rian semakin muak dengan situasi ini. Dia mulai memikirkan apa yang harus dilakukannya. Tiba-tiba muncul ide untuk memboikot ujian hari ini, dengan alasan mahasiswa tidak jujur dalam ujian. Namun ide ini langsung ditepisnya dan berusaha mencari ide yang lain. Beberapa menit berlalu, namun tidak ada ide lain yang muncul selain memboikot ujian ini.

Ruangan ujian semakin ribut. Pengawas yang tadi keluar belum kembali, sedangkan Pengawas yang satu lagi di ruangan ini hanya melamun sambil sesekali melirik jam tangannya. Rian tidak mengerti, apakah pengawas itu sengaja membiarkan mahasiswa ujian seperti ini atau tidak?.

Perlahan Rian menuju meja Pengawas Ujian sambil menyerahkan lembar jawaban yang hanya berisi sedikit jawaban pertanyaan.

“Pak, saya memboikot ujian ini.”     

Si Bapak yang sejak tadi hanya berperan sebagai hiasan ruangan hanya diam.

“Saya memboikot ujian ini!!!. Rian semakin emosi, karena tidak ditanggapi sama sekali oleh pengawas tersebut.

“Apa masalahnya?”

“Bapak tidak melihat, apa yang dilakukan mahasiswa dalam ujian ini?”

Rian tidak mampu lagi menahan emosinya. Semua perhatian tertuju ke depan sekarang. Suara ribut yang sejak tadi menghiasi suasana ruangan kembali sunyi. Mereka tidak menyangka Rian akan nekat seperti itu.

“Mereka mencontek Pak, mereka melihat catatan kecil, bahkan ada yang melihat buku catatan. Apa bapak tidak tahu?.

“Asal tidak meribut, tidak apa-apa kan? jawab Bapak itu santai.

“Tapi mereka juga meribut Pak!!!.

“Mana? Gak ada ribut kan?, bapak itu memandang kearah mahasiswa yang sedang ujian untuk meyakinkan Rian. Memang pada saat itu, ruangan sunyi, karena semuanya memperhatikan Rian.

Muka Rian semakin memerah, dia tidak tahu lagi apa yang akan dilakukannya. Rian langsung mengambil tasnya dan keluar dengan perasaan yang campur aduk.

“Apa yang harus kulakukan. Aku tak mengira ini yang akan terjadi. Sepertinya, memang sudah tradisi. Bahkan sampai ketingkat pengawas ujian, hal ini tak jadi masalah. Tapi bagi Rian ini adalah masalah. Untuk apa belajar satu semester, jika dalam ujiannya masih berlaku curang.

Hal yang terpikirkan oleh Rian saat ini adalah menemui Dosen Mata kuliah Kimia Organik satu.

“Pak, saya membatalkan ikut ujian mata kuliah ini.” saat Rian bertemu dengan Dosen mata kuliah Kimia Organik yang berdiri di dekat pintu ruangan C1.8.

“Kok begitu, apa soal ujiannya sulit?” Tanya Bapak itu penasaran.

“Itu salah satunya Pak, masalah lainnya dan yang paling penting, mahasiswa tidak jujur dalam ujian Pak, hampir semua mahasiswa mencontek, ribut dalam ujian dan lihat catatan kecil sedangkan pengawas hanya diam saja”

“Coba sebutkan siapa saja mahasiswa yang melakukannya” Tanya Bapak itu.

“Hampir semuanya pak.”

“Siapa nama-nama mereka, biar nanti Bapak catat dan pertimbangkan nilai mereka”

“Saya harus menyebutkannya satu-satu Pak?”

“Ya”

“Saya tidak bisa menyebutnya satu-satu pak,  Bapak lihat saja di Absen. Hampir semuanya berlaku curang”.

“Baiklah.” Kata Bapak itu.

"Terima kasih Pak." Rian ragu apakah harus mengucapkan terima kasih atau tidak. Rian tidak lagi memikirkan ujiannya kali ini. Dia berlalu pergi dan langsung pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya ujian Bahasa Inggris. Ujian dilakukan di ruangan A1.7 yang mampu menampung ratusan mahasiswa. Ujian dimulai jam 10 Pagi.

Saat memasuki ruangan semua mata memandang sinis pada Rian. Mereka masih tidak percaya, Rian mengadukan perbuatan mereka pada Dosen Mata Kuliah Kimia Organik itu.

“Bagaimana Ndi, ujiannya kemaren dapat?” Tanya Rian seolah tidak terjadi apa-apa dengan mereka.

Andi tidak menjawab pertanyaan Rian dan berlalu pergi untuk mencari kursi yang strategis lagi.

Rian tidak menyangka hal ini akan menimpanya. Semua teman-temannya sekarang menjauhinya. Bahkan sampai ujian berakhir dan waktu liburanpun tidak ada yang mau berbicara dengannya.

Kartu Hasil Studi (KHS) semester satu keluar beberapa minggu setelah perkuliahan semester genap dimulai. Hampir semua mahasiswa mendapatkan nilai D. Paling tinggi nilai C, itupun cuma beberapa orang. Rian sendiri mendapatkan nilai E. Rian bisa memaklumi, karena memang dia hanya menjawab pertanyaan pertama, itupun untuk poin satu saja. Namun teman-temannya tidak pernah bisa memaafkan Rian.

Ujian mid semester dua, dimulai hari senin. Rian telah terbiasa duduk di depan. Seperti biasanya semua teman-temannya masih melakukan hal yang sama dalam ujian, berlaku curang.

Hal yang sama terjadi sampai tahun keempat. Rian hanya menyebarkan pamflet ajakan berlaku jujur dalam ujian dan ditempelnya di papan pengumuman. Hanya itu yang bisa dilakukannya.

***

Di depan auditorium Unand, sedang berbaris calon wisudawan-wisudawati. Sebentar lagi mereka akan masuk ke auditorium Unand, untuk mengikuti acara wisuda tingkat Universitas. Rian dari jauh mengamati barisan mahasiswa FMIPA. Banyak diantara mereka adalah teman-teman seangkatannya. Disana berdiri Andi, Mila dan Nora. Betapa bahagianya mereka hari ini. Mereka bisa menyelesaikan masa studi tepat waktu, empat tahun. Namun ada suatu hal yang ganjil yang dirasakan Rian. Mereka sampai saat ini tidak memahami apa makna baju hitam putih yang selalu mereka pakai saat ujian dan seminar. Yang membuat Rian bangga adalah dia mengetahui makna hitam putih itu. Walaupun tidak wisuda hari ini, dia yakin bahwa kejujuran adalah modal yang sangat berarti untuk menyelesaikan studinya di jurusan ini. Dia sengaja memakai pakaian hitam putih hari ini, agar teman-temannya ingat akan kenangan pada hari dimana mereka mulai membenci Rian. Namun tak ada satupun mata yang menoleh pada Rian. Rianpun tak berani mendatangi mereka.

 Padang, Agustus 2007

 Guswanto 

August 1, 2007

MANHAJ HAROKI : Bukan hanya Cerita Masa Lalu

Filed under: book review

 

Kita percaya bahwa sejarah bukan hanya cerita tentang serpihan peristiwa masa lalu, namun rangkaian kehidupan umat manusia itu juga memberikan pelajaran tak terperi pada bangsa-bangsa yang datang sesudahnya. Bila al-Qur’an banyak berkisah tentang umat-umat masa lalu, dan hadits pun banyak merekam beragam peristiwa penting dalam perjuangan Islam, maka semua itu cukup menjadi landasan bagi kita untuk memberikan porsi kajian yang besar pada sirah , lebih-lebih sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi).

Karena itu, K.H. Rahmat Abdullah, yang memberi pengantar pada buku ini, melontarkan kritiknya terhadap kerangka keilmuan yang dibentuk oleh para ulama dahulu, yaitu akidah, fiqih, dan akhlak. Ketiga kajian ini diakuinya memang cukup mampu membentuk pribadi Muslim yang sadar akan kewajibannya terhadap Allah dan masyarakat. Namun menurutnya ada yang terputus.

Ketiga kajian ini jelas kekurangan satu hal pokok, yaitu “mata rantai yang akan menghubungkan mereka dengan Rasulullah, bahkan dengan Nabi-Nabi sebelum-nya.” Ini disebabkan tiadanya kajian sirah ataupun sejarah Islam yang berdasar-kan wa’yu (kesadaran ilmiah). Padahal sekali seseorang berbicara sirah, maka ia pasti merupakan bagian integral dan ummatan wahidah . Ia akan mewarisi spirit masa lampau umat Islam yang sangat kaya dan menumbuhkan militansi. Karena itu, putusnya mereka dengan sirah membuat lemahnya girah dan ruhul jihad.

Di sinilah peran penting yang dimainkan buku sebesar Manhaj Haraki ini. Sejarah yang ditulis da’i mujahid ini menampilkan sosok yang jauh berbeda dengan para penulis “ilmiah” pada umumnya. Penghayatan terhadap ruhul jihad dalam kehidupan Rasulullah merupakan modal utamanya. Hal ini karena mereka berada pada satu alur yang sama dengan Rasulullah, yaitu harakah dan dakwah. Maka penggambaran yang mereka sajikan bukan lagi masalah kronologis belaka, tetapi sudah masuk pada isi pembahasan yang mengasyikkan dan sangat bermanfaat bagi dakwah dan pergerakan.

Buku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang. Namun kitab Manhaj Haraki dalam Sirah Nabi Saw. ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir Muhammad al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena studinya yang lebih spesifik, yaitu kajian tentang pergerakan dan perjuangan politik dalam sirah nabawiyyah , namun Munir al-Ghadban juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studinya yang ekstensif, analisa yang tajam dan mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi.

Tokoh pergerakan yang juga dosen di Universitas Ummul Qura Saudi Arabia dan di Jami‘ah al-Iman Yaman ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi oleh Harakah Islam kontemporer. Marhalah (periode) demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan sangat memikat sekali, seraya dibedah watak dan karakteristiknya, lalu diproyeksikan dan direkonstruksi kembali ke dalam iklim pergerakan Islam modern.

Dalam jilid pertama buku ini, ada empat periode yang dibahas tuntas oleh Munir Muhammad Ghadban. Pertama, periode berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan merahasiakan struktur organisasi. Kedua, berdakwah secara terang-terangan dan (tetap) merahasiakan struktur organisasi. Ketiga, mendirikan negara. Keempat, negara dan penguatan pilar-pilarnya.

Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Harus diakui, kitab ini menjadi bacaan ‘wajib’ bagi pada aktivis da‘wah dan Harakah Islam, serta para peminat sejarah Islam. Juga menjadi bacaan yang bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Karena kitab ini nyaris sempurna dalam mengupas dan merunut manhaj haraki atau langkah-langkah terprogram yang ditempuh Nabi saw. dalam gerakan dakwahnya, sejak kenabiannya sampai berpulang kepada Allah.

Jika kita ingin agar gerakan Islam yang kita lakukan berjalan secara benar, maka kita harus melacak tahapan-tahapan pergerakan Rasulullah langkah demi langkah serta mengikuti langkah-langkah tersebut. Allah berfirman: “Sesungguh-nya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat” (al-Ahzab: 21).

Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memberikan jawaban terhadap pertanyaan ”Pendekatan macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam kontemporer dalam kondisi seperti sekarang ini”, namun buku ini juga lahir dari pengalaman riil penulisnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup, bukan sekadar “keasyikan intelektual” belaka. (Makmun Nawawi)

Dengan mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah menorehkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya.

“Alhamdulillah!” begitulah pujian yang harus kami panjatkan mengiringi penerbitan buku Manhaj Haraki—Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi Saw . jilid kedua ini. Selain sebagai tanda syukur dari begitu banyak nikmat yang sudah kita terima dari-Nya, pujian tersebut juga merupakan kesyukuran khusus kami atas terbitnya karya Munir Muhammad al-Ghadban ini, yang diluncurkan hampir bersamaan dengan jilid kesatu buku ini. Dengan demikian, maka Anda, pembaca yang budiman, bisa memperoleh pemikiran yang utuh dan menyeluruh dari tokoh pergerakan kelahiran Syria ini.

Sebagaimana yang kami kemukakan dalam jilid kesatu buku ini, ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan fenomena terakhir yang menjangkiti bangsa ini, di mana banyak aktivis Islam yang diburu dan diciduk oleh orang tak dikenal, maka buku ini mempunyai relevasi yang kuat sekali. Karena dengan berbagai macam contoh peristiwa yang ditampilkannya, kitab ini memberikan penjelasan yang luas sekali terhadap pertanyaan “Strategi macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam dalam kondisi seperti sekarang ini?”

Karya berharga tentang sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi) ini tidak hanya menyajikan fakta dan data dari setiap fase sejarah yang dilewatkan Nabi, namun penulisnya juga mempresentasikan analisa yang cerdas sekali seputar strategi pergerakan dan perjuangan politik yang dilakukan Sang Utusan. Ulasan Munir al-Ghadban yang memukau tentang berbagai karakteristik yang mewarnai setiap marhalah (periode) perjuangan Rasulullah, seyogianya memberikan pencerahan yang berlimpah bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam modern, bahkan ia mesti menjadi tuntunan dari zaman ke zaman.

Seraya mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah mengguratkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya.

uku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang, namun kitab Manhaj Haraki ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena kajiannya yang lebih spesifik, yaitu tentang pergerakan dalam sirah nabawiyah , namun penulis juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studi yang ekstensif dan analisa yang mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi.

Tokoh pergerakan yang juga dosen di sejumlah universitas Timur Tengah ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi Harakah Islam kontemporer. Marhalah demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan amat memikat, seraya dibedah karakteristiknya, lalu direkonstruksi ke dalam iklim Harakah Islam modern.

Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali, sehingga menjadi referensi ‘wajib’ bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam, para peminat tarikh Islam, juga menjadi bacaan bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Lebih dari itu, publikasi karya ini bukan hanya karena “keasyikan intelektual” penulisnya, tapi justru lahir dari pengalaman riilnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup.

• Tercerabut dari sejarahnya.
• Banyak pergerakan modern menuai kegagalan
• yang biasanya dirangkai dengan pesan agar semua itu menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita
• Kritis.
• Bagaimana penulis begitu lincah sekali dalam menggambarkan tahap demi tahap pergerakan Nabi.
• Kajian fiqih juga akan kering, bila tidak merujuk pada sirah Nabi.
• Sirah mengajarkan kearifan.
• Bukan keasyikan intelektual semata, rasikhun fil-ilm.
• Bila gerakan Islam gagal di tengah jalan, penting menyimak buku ini
• Tidak hanya menyajikan fakta, tapi juga membentangkan analisa yang radikal, seraya membandingkannya dan merekostruksinya ke dalam era pergerakan Islam mutakhir
• Sebuah penulisan sejarah yang baru
• Pendekatan yang asyik.
• Berangkat dari pengalaman riil
• Memberikan analisa yang—harus dibilang—mengagumkan.
• Kajian yang ekstensif

SUMBER :
http://www.robbanipress.co.id/resensi/m.htm

My Research

Filed under: science

 Pengaruh Asam Mineral Terhadap Pembentukan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dengan Metoda Karbonasi 

Kalsium karbonat dapat ditemukan secara alami dalam mineral atau batuan sebagai berikut yaitu aragonit, kalsit, kapur, limestone, pualam, dan travertine. Untuk mengetahui apakah sebuah mineral atau batuan mengandung kalsium karbonat dapat digunakan asam kuat seperti asam klorida. Apabila diteteskan ke mineral atau batuan, maka akan menghasilkan karbondioksida dan air.  Di dalam batu kapur terdapat sekitar 95 % kalsium karbonat. (CRC, 2007)

Batu kapur dapat ditemukan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Daerah penghasil batu kapur tersebut yaitu Gunung Tulas, Muara Kiawai, Kab. Pasaman, 1.300.000.000 ton (650 Ha), Bukit Gagawan, Desa Subarang, Kab. Solok, 6.237.000.000 ton (1.500 Ha), Dusun Pauh Tinggi, Desa Halaban, Kec. Luhak Kab. 50 Kota, 507.760.000 ton (415 Ha), Bukit Sumanik, Desa Tanjung Lolo, Kec. Tj. Gadang, Kab. Sawahlunto Sijunjung, 348.260.000 ton (210 Ha), Bukit Tui, Kota Padang Panjang, 43.000.000 ton (124 Ha) (Pemprov Sumbar, 2007).

Kapur tohor merupakan hasil pembakaran dari batu kapur yang dikerjakan secara sederhana dengan bantuan tenaga manusia. Di Sumatera Barat, kapur tohor inilah yang masih digunakan dengan tingkat kemurnian yang rendah dan nilai ekonomis yang rendah pula. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan mutu nilai produk batu kapur, dengan mengolah batu kapur menjadi precipitated calcium carbonate (PCC) yang berkualitas tinggi sehingga meningkatkan nilai jual batu kapur tersebut. Secara teknis, PCC memiliki keunggulan seperti distribusi ukuran partikel yang sempit, sifatnya yang mudah diatur, kehomogenan dan keseragaman bentuk partikelnya tinggi (Elvers, 1991). PCC dapat digunakan sebagai bahan pengisi (filler) dan pigmen dari berbagai industri kertas, plastik, cat, karet, tekstil, bidang farmasi, bahkan dalam bahan tambahan makanan (Kralj, 1997).

Ada beberapa metoda pembentukan PCC yaitu metoda solvay, kaustik soda, dan karbonasi (Aziz, 1997).  Pada metoda karbonasi, batu kapur dikalsinasi (dibakar) pada suhu lebih dari 900oC sehingga terbentuk kalsium oksida, CaO, kemudian CaO dilarutkan dengan air sehingga terbentuk kalsium oksida Ca(OH)2. Proses selanjutnya Ca(OH)2 dialiri gas CO2 sampai pH 8 dan endapan yang terbentuk adalah endapan putih kalsium karbonat atau PCC. Namun kelarutan CaO untuk menjadi Ca(OH)2 kecil sehingga rendemen PCC yang dihasilkan kecil (Putri, 2005). Oleh karena itu, perlu dicari suatu pengembangan metoda lain yang dapat lebih meningkatkan kelarutan CaO. Salah satu pengembangan metoda tersebut adalah modifikasi proses slaking metoda karbonasi dengan menambahkan garam-garam anorganik dan asam, sehingga terbentuk garam kalsium yang mudah larut dan dihasilkan PCC dalam jumlah yang lebih banyak. (Wiwit, 2007)

Dalam penelitian ini digunakan empat jenis asam mineral yaitu asam nitrat, asam fosfat, asam sulfat dan asam klorida yang ditambahkan pada proses slaking untuk memperbesar proses pelarutan CaO dengan variasi konsentrasi asam, sehingga diharapkan garam kalsium yang terbentuk lebih banyak dengan rendemen produk yang tinggi dan PCC yang dihasilkan kualitasnya baik.

Pembentukan PCC ini melibatkan berbagai proses dan reaksi kimia. Kondisi dari setiap proses seperti komposisi larutan, pH larutan, dan pengaliran gas CO2 perlu dikontrol untuk menghasilkan PCC yang banyak dan berkualitas tinggi.