"Selamat ya, udah lulus "komprei", ucapku pada seorang teman bernama Mita. Mita merupakan lulusan pertama di angkatan kami, TNT CO3 (Tholib ‘n Tholibah Chemistry 03 Unand) yang telah menyelesaikan semuanya untuk meraih gelar S1. Sambil hati-hati aku menjaga tanganku agar tidak bersalaman secara langsung dengannya. Namun diluar dugaanku, dia mengerti dan tidak menjabat tanganku, hanya bersalaman jarak jauh. "Terima kasih" jawabnya sambil berlalu.
Kondisi di atas sangat berbeda dengan sebelumnya, saat aku menolak untuk berjabatan tangan dengan seorang cewek bernama Sil. Saat itu pamflet ucapan selamat bertebaran di mading kampus FMIPA Unand. Pamflet itu menyampaikan imformasi kepada masyarakat MIPA bahwa aku menjabat ketua LP2I FMIPA Unand yang baru periode 2006-2007. Saat memasuki ruangan kuliah, teman-teman mengucapkan selamat dengan mengacungkan tangan mereka untuk berjabat tangan denganku. Namun aku hanya meletakkan tanganku di depan dada tapi dengan yang laki-laki menjabatnya. Kebanyakan dari mereka yang cewek heran, "Agus kok berubah, masa jabatan tangan saja tidak mau?. dan yang paling ngotot adalah Sil. Dia terus memaksa untuk berjabatan tangan. "Apa salahnya?, Sil terus memaksa. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku menghormatinya sebagai seorang wanita yang tak layak disentuh oleh orang yang bukan muhrimnya. Jika aku mengatakan kalau kami bukan muhrim, mungkin dia akan marah. Karena selama ini pergaulan antara cewek dan cowok tidak ada jarak yang begitu jauh. "salaman dari jauh saja ya.." jawabku dengan lugu. Sil membalas dengan wajah cemberut.
Sejak itu aku terus memikirkan apa yang harus kulakukan untuk memberi pemahaman kepada mereka tentang bagaimana hubungan antara seorang laki-laki denagan seorang perempuan yang bukan muhrim. Pernah terpikir olehku untuk memberikan hadiah Novel Ayat-ayatnya cintanya- Habiburrahman El-Shirazy. Di novel ini, betapa hubungan laki-laki dan perempuan begitu dihormati, namun tidak menghilangkan romantisnya. Bagi laki-laki tidak merendahkan wibawanya sedangkan bagi perempuan tidak merendahkan kehormatannya. Apa jadinya jika seorang perempuan boleh saja dipegang-pegang oleh orang yang bukan muhrimnya, mungkin perempuan itu tidak ada artinya lagi.Namun sampai sekarang, ide itu tak pernah terjalankan.
July 12, 2007
Jabat Tangan
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://guswanto.blogsome.com/2007/07/12/jabat-tangan/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>