Dengan berat hati saya umumkan…
Blog saya selanjutnya di http://www. guswanto.wordpress.com, karena usulan dari beberapa teman.
Maaf bagi yang tidak berkenan. Syukran
wassalam
Dengan Berat Hati Saya Umumkan ;-(
Catatan Mukhayam
Beberapa hari menjelang mukhayam, kota Padang sering diguyur hujan, sehingga banyak diantara calon peserta mukhayam yang mengurungkan niatnya untuk ikut. Jumlah peserta yang semula ditargetkan panitia sebanyak 200 orang tidak tercapai, yang ikut hanya sekitar 150-an orang. Alhamdulillah ternyata sebagian besar acara mukhayam diiringi dengan cuaca cerah dan malam berbintang. Disini semangat calon peserta diuji. Siapa yang berani dan siapa yang penakut.
Perjalanan dimulai dari Jati pada hari jum’at, 1 Februari 2008 jam 15.30, oleh rombongan pertama. Rombonagan ini berjumlah setengah dari peserta, karena kendaraan yang disediakan panitia cuma satu. Saya ikut pada rombongan pertama, bersama dengan empat orang anggota kelompok lainnya. Empat orang yang lain terpaksa tinggal, untuk berangkat pada rombongan kedua. Sekitar pukul 16.15 kami sampai di lokasi mukhayam di daerah Sei Bangek. Tenda posko panitia telah berdiri sebelum kami datang. Terlihat panitia sibuk mengatur barang-barang mereka. Sebelum mendirikan tenda kelompok, kami shalat ashar di dekat tenda posko panitia.
Saya tergabung dalam kelompok enam belas. Jumlah anggotanya sembilan orang dan saya ditunjuk menjadi ketua. Ada dua puluh kelompok yang ikut yang berarti ada dua puluh tenda yang akan berdiri di sekitar tenda posko. Panitia telah mengatur sedemikian rupa letak masing-masing tenda. Dimulai dari bagian kanan tenda posko selanjutnya berderet membentuk lingkaran dengan lapangan di depan tenda posko sebagai pusat lingkarannya. Tenda kami didirikan cukup jauh, karena daerah di sekitar pancang yang ditancapkan panitia tempat didirikannya tenda kami, direndam oleh air hujan. Kami berinisiatif untuk mencari tempat yang kering dan lebih tinggi sehingga terhindar dari genangan air ketika hari hujan nantinya.
Setelah acara pembukaan, kami semua berkumpul di tenda masing-masing untuk persiapan shalat dan makan malam. Taujih oleh seorang ustadz disampaikan setelah Isya. Kandungan taujih yang diberikan berupa 3 pegangan berjuang di jalan Allah yaitu syukur nikmat, orientasi akhirat, dan keikhlasan. Mulai pukul sebelas malam, setiap tenda diwajibkan untuk melakukan dirosah (jaga-jaga) sampai jam tiga pagi. Saya dapat giliran jaga shift terakhir dengan seorang teman, dimulai dari jam dua sampai jam tiga. Setelah itu qiyamullail, shalat shubuh dan dilanjutkan dengan kultum. Seusai kultum semua peserta disuruh memakai pakaian lapangan dan siap untuk Riyadoh. Sebelum riyadoh dilakukanm evaluasi dirosah tadi malam. Ada beberapa kelompok yang kecolongan, ada yang kehilangan sandal, sepatu, ransel, dan sebagainya, semuanya itu dicuri oleh panitia saat mereka lengah. Mereka diberi hukuman push up oleh instruktur. Alhamdulillah barang-barang kelompok kami tidak ada yang dicuri. Pagi itu setiap kelompok menyampaikan nama kelompok masing-masing berupa nama-nama sahabat Rasulullah dan yel-yel kelompok. Saat menentukan nama kelompok, semua kelompok tidak dibenarkan melakukan kompromi denga kelompok lain untuk memilih nama kelompok. Setiap kelompok dengan nama yang sama diwajibkan mempersiapkan wakilnya untuk melakukan gulat untuk mempertahankan nama tersebut dan kelompok mana yang pantas memakai nama tersebut. Kelompok saya memilih nama “Hanzalah, sahabat yang dimandikan malaikat”. Ada satu lagi kelompok yang memakai nama yang sama, sehingga kami harus mempersiapkan wkil kami untuk gulat. Saat gulat, kelompok kami kalah sehingga harus mengganti nama kelompok. Akhirnya kami sepakat Zubair bin Awwam sebagai nama kelompok kami. Pagi itu dilakukan pengenalan medan di sekitar lokasi perkemahan. Di sini terlihat betapa kuatnya semangat keikhlasan. Seluruh peserta bermandikan lumpur padahal hanya dipandu oleh dua orang instruktur. Kami disuruh masuk ke kolam bekas penggalian, dan merayap di selokan lumpur. Saat itu kami sempat ngobrol diantara peserta. “Seandainya sekarang ini OSPEK, pasti kedua instruktur itu tidak akan selamat dan kami kembali ke tenda dalam keadaan bersih dan segar”. Namun saat ini kondisinya lain. Kami datang dengan keikhlasan, berharap kekuatan jasmani kami dilatih, mempererat dan mengenal lebih jauh sesama ikhwah, dan meningkatkan ruhiyah. Yah, gimana lagi, jalani saja. “Kan belum disuruh merayap diatas kotoran?”, kelakar seorang ustadz. Pengenalan medan (ma’rifatul medan) diakhiri dengan mandi di sungai. Wuih…Asyik…sajuak bana!. Sebelum shalat zuhur, terdapat sesi tali-temali. Pada sesi ini peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan disuruh membuat tandu.
Setelah shalat zuhur dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan outbound. Ada enam buah outbound yang disiapkan panitia dengan durasi masing-masingnya 20 menit. Outbound tersebut adalah merayap di lumpur, human tower, human leader, pipa bocor, electric net dan spider web. Outbound berakhir pada waktu ashar. Sebagian peserta sudah mulai mandi dan bersih-bersih di sungai, karena mereka mengira acara sudah berakhir. Ini mukhayam yang ketiga bagi saya, sehingga saya tidak ganti baju, karena saya tahu masih ada lagi sesi yang membuat baju berlumpur lagi yaitu sesi halang rintang. Sebelum sesi halang rintang, acara diisi dengan simulasi perang. Semua peserta dibagi dua kelompok dan diberi balon lalu ditiup dengan besar tertentu. Target serangan adalah memecahkan balon peserta lawan sebanyak mungkin. Peserta yang balonnya pecah disuruh keluar arena peperangan. Kelompok saya menang dalam peperangan ini, namun balon saya sudah pecah sebelum perang berakhir oleh seorang akh yang begitu agresif, sampai-sampai hidung saya tak luput dari serangan tangannya. Saat keluar arena peperangan saya masih merasakan sakit di hidung saya. Serasa ada darah yang mau mengalir keluar. Sesi halang rintang berupa push up, sit up, rolling, merayap, guling-guling dan lari zig-zag. Selanjutnya dilakukan rafting dari sebuah bukit disamping sungai. Waktu magrib semakin dekat, sehingga panitia mempersingkat sesi ini. Saya sendiri hanya mampu mencapai 2 meter dan disuruh terjun ke sungai karena peserta masih banyak yang antri di atas bukit.
Setelah shalat magrib dan isya kami semua istirahat, makan malam dan mempersiapkan penampilan bakat kelompok. Sebagian besar anggota kelompok saya tertidur di tenda karena lelah seharian berkubang dengan lumpur. Cuma beberapa orang yang masih bangun, sehingga kami sulit mencari format penampilan yang akan kami lakukan. Ada ide untuk membuat drama musikal. Susah sekali mencari konsep drama dalam waktu singkat. Akhirnya kami memutuskan untuk bernasyid saja. Nasyid yang kami lantunkan adalah “Indonesia Memanggil”-nya Shoutul Harokah. Saat acara Haflah (penampilan bakat) semua kelompok menampilkan beragam kreatifitas, ada yang menampilkan teater, ada yang nasyid, ada yang unjuk jurus silat, ada yang mendongeng, ada yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, ada yang berlagak jadi penyiar radio, ada yang melakukan terapi balon, ada yang promosi produk terbaru mereka “susu mukhayam” dan masih banyak lagi. Namun kelelahan membuat sebagian peserta mengantuk ketika acara yang ditampilkan monoton. Bahkan ada penampilan yang tidak mendapat respon sama sekali oleh peserta, karena penampilan itu tidak ada ruh sama sekali. Kelompok saya pun ikut-ikutan ngantuk ditambah lagi jadwal penampilan kami adalah penampilan yang terakhir yaitu penampilan ke 20. Kami sempat putus asa, namun ternyata saat itu adalah waktu yang tepat untuk sebuah nasyid semangat yang akan kami lantunkan. Peserta yang tadi mengantuk sontak berdiri saat kami bernasyid, ”Negeri Indah Indonesia. Memanggil namamu, menyapa nuranimu”. Saya sempat melonjak girang, walaupun paduan suaranya hancur tak beraturan, banyak cengkoknya, tapi saya tidak peduli, yang penting semangat. Penampilan kami sukses dengan mengajak semua peserta untuk berdiri dan ikut bernasyid. Haflah berakhir pada pukul 00.30. Semua peserta kembali ke tenda dan dengan keadaan sangat mengantuk, namun malam itu ternyata masih ada tenda yang melakukan dirosah.
Pukul 4 pagi semua peserta dikumpulkan di depan tenda posko karena akan dilakukan jurit malam. Setelah dibekali sandi, pesan dan sebuah kotak amanah, kamipun berangkat dengan mengikuti rute yang kami lalui saat ma’rifatul medan pada sabtu pagi, tapi tidak ada masuk ke kolam bekas penggalian dan merayap di selokan berlumpur. Alhamdulillah, jurid malam dilalui kelompok kami dengan lancar.
Minggu pagi, seluruh kelompok mulai berkemas dan menyiapkan diri untuk longmarch. Acara longmarch, dipandu oleh seorang penunjuk jalan dari warga sekitar dan beberapa orang instruktur. Hujan lebat mulai mengguyur lokasi perkemahan. Namun cuaca ini cukup menguntungkan kami. Walaupun harus basah kuyup, namun energi tidak terkuras saat longmarch. Air hujan tersebut menyejukkan tubuh, sehingga kelelahan berjalan jauh jadi tidak terasa, Alhamdulillah.
Rombongan longmarch kembali lagi ke lokasi perkemahan untuk bersiap-siap pulang. Setelah shalat zuhur dan acara penutupan kami semua bermaaf-maafan dan mengucapkan salam perpisahan dengan seluruh panitia dan peserta mukhayam. Berharap dapat bertemu lagi pada mukhayam selanjutnya.
Betapa Lambannya Indonesia Menerapkan Ekonomi Syariah
Di saat negara maju berlomba-lomba menggaet besarnya dana investasi dari sistem syariah, Indonesia masih belum melakukan apa-apa. Bayangkan dua RUU syariah sudah tiga (3) tahun mengendap di daftar antrian pembahasan DPR.
Penolakan, jelas dilakukan oleh mereka yang tidak paham dengan sistem itu sendiri. Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) dalam hal ini, terang-terangan bilang pengajuan sistem syariah ini atas dasar agama. Memang betul atas dasar agama, akan tetapi ketika sistem itu bagus, mengapa kita tidak memakainya, selagi tidak ada pertentangan yang mendasar.
Banyaknya anggota DPR yang belum mengerti sistem syariah juga menjadi alasan lamanya RUU syariah tersebut dibahas. Dalam hal ini, kredibilitas anggota DPR perlu dipertanyakan.
Apakah DPR tidak mau belajar?. Apakah anggota DPR malas membaca?. Apakah anggota DPR tidak memperhatikan bagaimana perkembangan perekonomian dunia saat ini?
Kayaknya anggota DPR yang beragama Islam mati kutu deh dengan penolakan dari salah satu fraksi kayak FPDS saja. Mana semangatnya. Belajar, belajar, belajar.
Indonesia lamban sekali ya. Kapan ya perekonomian Indonesia maju dan bebas dari imbasan keruntuhan perekonomian negara lain.
Saya juga mau tuh belajar ekonomi syariah.
Renovasi Sekolah, Reality Show ato Nyindir Pemerintah?
Renovasi Sekolah
anteve, Minggu, pkl. 09.30 WIB
Sedih rasanya melihat Indonesia. Pendidikan dianaktirikan. Pemerintah seolah-olah segan mengeluarkan dana lebih besar untuk meningkatkan taraf pendidikan. Coba lihat reality show di anteve berjudul Renovasi Sekolah.
Bayangkan kondisi sekolah yang hampir hancur, tidak kondusif dan kalo hujan harus merapat ke tempat kering menghindari rembesan air. Anak-anak itu tampak kasihan harus memohon agar sekolahnya diperbaiki. Menyedihkan ;-(
Jadi teringat dengan kisahnya Andrea Hirata di Laskar Pelangi. Kondisi ruang belajar mereka yang tak lebih baik dari kandang ternak.
Siapa sih yang salah?
Kayaknya pemerintah Indonesia berkepala batu deh, sebab kondisi menyedihkan itu telah dipublish secara terang-terangan di TV. Cuma kemasannya aja yang dibuat seolah ada yang berbaik hati membantu pemerintah memperbaiki sekolah. Menyedihkan sekali. Saatnya pemerintah buka mata, buka hati, buka pikiran, buka semuanya untuk mensejahterakan rakyatnya.
Beauty and The Beautiful
Dari fm_pabasko_group@yahoogroups.com-bst_fyna1986
Cantiknya seorang wanita itu sebagai GADIS,
bukan karena merah berkilau lipstiknya;
pada bibir senyuman kosmetik,
tetapi pada keperibadiannya yang terpelihara,
kelembutan kesopanan yang menghiasi jiwa.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai REMAJA,
tidak pada kulitnya yang putih mulus terbuka;
untuk menggoda pandangan mata,
tetapi pada kehidupannya yang terjaga,
dari menjadi mangsa dunia.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai HAWA,
tidak hanya karena bijak menuntun iman kaum Adam;
tetapi juga menjadi pembakar semangat perwira,
menjadi pendukung perjuangan syuhada.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai ANAK,
bukan mereka yang menjerat diri pada lembah kedurhakaan;
tetapi menjadi penyelamat ibu-bapak,
pada hari kebangkitan bermula.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai ISTERI,
bukan karena peran kerjanya dalam rumahtangga;
tetapi sentiasa bersama,
menempuh badai disisi suami tercinta.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai MENANTU,
bukan karena kemewahan dimata;
tetapi bijak dalam menjauhi persengketaan,
menjadi penghibur hati layaknya permata kehidupan.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai IBU,
bukan terletak pada kelahiran anak;
dalam setiap keluarga baru setelah pernikahan,
tetapi dibawah payung kemuliaan,
membuai anak dikala suami menjalin impian.
Cantiknya seorang wanita itu sebagai MERTUA
tidak hanya karena ketinggian martabatnya di mata menantu,
tetapi jalinan kasih sayangnya,
setulus hati memancarkan kasih setara pada semua
Cantiknya seorang wanita itu sebagai NENEK
bukan memberi harta dan meninggalkan warisan dunia;
sehingga generasi lupa;
tetapi membawa wibawa layaknya pembina
menjaring teladan para anbia pada anak bangsa
Cantiknya seorang wanita itu sebagai WARGANEGARA
bukan karena menyandang puncak dunia
tetapi bijak menangkis rintangan
peka membela nasib dan harga diri negara
menjadi tulang punggung keteguhan semua
Cantiknya wanita itu sebagai INTELEKTUAL
bukan karena menjadi sebutan
sehingga menjulang keegoan
tetapi dalam mencari ilmuan
menyalakan obor menerangi dunia profesi
Cantiknya wanita itu sebagai MUSLIMAH
bukan karena keindahan rupa parasnya
sehingga menjadi hiasan mata saja
tetapi berpegang Akidah Solehah
di balik tirai jiwa
memendam rindu kekasih pasrah di atas sajadah
mengharap keridhaan kehidupan hakiki
Beauty elevates our hearts, awakens our souls with sweet excitement
and appreciation, and then becomes the esthetic of our inner self…..
[M. Fethullah Gullen]
Parlan
Sumber:
Puisi : MPnya Siti Kaksyah (dgn bahasa malaysia), diubah-ubah tanpa
izin..
Judul : Artikelnya M. Fethullah Gullen, The Fountain vol.Jan-March
2005
Terima Kasih Dosen-dosenku…
Jumat yang lalu, tanggal 18 Januari 2008, tepatnya pukul 18.00 sore, ujian akhir semester untuk mata kuliah Kimia Zat Padat dan Komputasi berakhir. Berarti tidak ada ujian akhir semester lagi karena tidak ada lagi mata kuliah yang akan saya diambil untuk semester berikutnya. Yang tersisa seminar hasil penelitian dan ujian komprehensif trus sarjana. Sebagian beban telah terlewatkan, Alhamdulillah. Sekarang saya sedang sibuk mengumpulkan data dan membuat makalah seminar hasil penelitian. Tidak salahnya pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada para dosen-dosen Jurusan Kimia Unand yang telah berbagi ilmu dan membimbing saya sejak semester satu sampai semester akhir :
1. Prof. Dr. Abdi Dharma, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bahasa Inggris I, II dan Ilmu Lingkungan.
2. Drs. Adlis Santoni, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Fisik
3. Dra. Admi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II
4. Dr. Admin Alif, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Dasar-dasar Kimia Analitik, Kinetika dan Katalisis dan memberi saya saran, bagaimana caranya menentukan laju alir gas CO2 pada penelitian saya.
5. Drs. Afrizal, MS
6. Drs. H. Amri Napis, MS
7. Dra. Armaini, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Teknologi Bahan Makanan
Drs. Bustanul Arifin, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Bahan Alam, Kimia Organik Lanjut, Dasar-dasar AMDAL
8. Dra. Deswati, MS,
9. Dr. Djaswir Darwis, MS DEA, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kewirausahaan, Kimia Organik Fisik
10. Dr. Djufri Mustafa, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II dan pembimbing saya pada KPST
11. Prof. Dr. H. Edison Munaf, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Analisis Spektrometri
12. Dra. Elida Mardiah, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia I, II dan pembimbing saya pada seminar literatur.
13. Drs. Emdenis, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II
14. Prof. Dr. Emriadi, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I
15. Prof. Dr. Hamzar Suyani, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Dasar I, II, Spektroskopi atom.
16. Drs. Hasnirwan, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Lanjut, membantu saya pada urusan administrasi akademik dan penguji pada seminar KPST.
17. Prof. Dr. Hazli Nurdin, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik Lanjut, Toksikologi Bahan Makanan
18. Dr. Hermansyah Aziz, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika II, Fotokimia, dan les Bahasa Prancis.
19. Dra. Indrawati, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara-cara Analitik Khusus
20. Imelda SSi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Kimia Zat Padat dan Komputasi, Struktur Kereaktifan Anorganik, dan Dosen Penguji pada seminar Proposal Penelitian.
21. Mai Efdi, SSi, MSi
22. Dra. Marniati Salim, MS
23. Dra. Masdiaty M.
24. Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Komposit dan Pembimbing I pada penelitian saya
25. Drs. Norman Ferdinal, MSi
26. Olly Norita Tetra, SSi, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II, Penentuan Struktur Molekul dan Praktikumnya.
27. Dra. Rahmayeni, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik I, II, Struktur dan Kereaktifan Anorganik.
28. Prof. Dr. Hj. Rahmiana Zein, MSc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Manajemen Laboratorium, Ilmu Lingkungan
29. Dra. Refilda, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah
30. Dra. Refinel, MSi,
31. Drs. H. Rizal Fahmi, MS
32. Dr. Hj. Safni, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara Pemisahan dan elektroanalisis
33. Prof. Dr. H.M Sanusi Ibrahim, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Organik I, II, Kimia Organik Lanjut, Etika dan Metodologi Penelitian Kimia.
34. Drs. Sjofiadi Djoelin
35. Prof. Dr. Sumaryati Syukur, Msc, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia I, Biokimia II, Bioteknologi, Teknik Penelitian Biokimia dan Dosen Penguji pada Seminar Literatur.
36. Dr. Syukri Arief, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Struktur dan Kereaktifan Anorganik, Kimia Material, Kimia Katalis Anorganik, Komposit dan Dosen Pembimbing II pada penelitian saya.
37. Dr. Syukri Darajat, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bioanorganik dan Sharing pengalaman di Jerman
38. Syafrizayanti, MSi, beliau Dosen Penguji pada Seminar Literatur
39. Prof. Dr. Theresia Sita Kusuma, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Dasar I, II, Kimia Fisika I, II, Kimia Zat Padat dan Komputasi
40. Dra. Umiati Lukman, MSi
41. Upita Septiani, SSi, MSi
42. Yefrida, SSi, MSi
43. Drs. Yeni Stiadi, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Zat Padat dan Komputasi
44. Dra. Yetria Rilda, MS
45. Drs. Yulizar Yusuf, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Spektroskopi Atom
46. Prof. Dr. H. Yunazar Manjang
47. Dra. Yuniartis
48. Drs. Yusri Gondok, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Bioanorganik, Kimia Anorganik I, Kimia Katalis Anorganik
49. Yulia Eka Putri, MSi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II
50. Dra. Hj. Zaharasmi Kahar, Msi, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Fisika I, II
51. Drs. H. Zaimi Abdullah, MS
52. Drs. Zamzibar Zuki, MP, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Lingkungan
53. Drs. Hj. Zilfa, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Statistika
54. Drs. Zulfarman, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Cara Pemisahan dan Elektroanalisis, dan Kimia Lingkungan
55. Zulhadjri, SSi, M.Eng, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Kimia Anorganik II, Kimia Material
56. Drs. Zulkarnain Chaidir, MS, beliau berbagi ilmu pada mata kuliah Biokimia II dan Pembimbing Akademik saya.
شكرا جزيلا, Merci beaucoup, thank you very much, Muchas gracias, Dank u, Ευχαριστω πολυ, Muito obrigado, Большое спасибо, terimakasih banyak atas semuanya. Semoga pahala amalnya senantiasa mengalir. Amin
Infak Muharram Fair
forward dari http://julhasratman.blogspot.com/. Izinkan saya menampilkan program infaknya di blog ini.
Ada berita gembira bagi seluruh sivitas akademika FMIPA UNAND khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya. FSI FMIPA UNAND sedang mempersiapkan acara akbar untuk mengibarkan syiar Islam nan gemilang, bertepatan dengan bulan Muharram 1429 H. Intinya, akan ada agenda syi’ar spektakuler yang akan diselenggarakan oleh Forum Studi Islam FMIPA Universitas Andalas Padang (FSI FMIPA UNAND).
Nantikan info agenda pada postingan selanjutnya. Bagi pembaca (baik alumni FMIPA, atau bagi siapa saja yang beri’tikad baik, tentu saja tsiqah, dan atau percaya) yang ingin memberikan donasi (infaq lillahi ta’ala, fii sabililla), demi menguatkan buhul-buhul tali keislaman dan nuansa syi’ar Islam yang lebih baik di FMIPA (khususnya), penulis mengajak pembaca untuk menyisihkan sebagian rezeki ke Nomor Rekening BNI Kantor Cabang Imam Bonjol Padang, No. 0050968981 atas nama Jul Hasratman Daeli (FSI FMIPA UNAND). Maaf ini nomor rekening untuk sementara saja. Insya Allah segera dialihkan ke Bank Syari’ah.
NB : Sebelum dan sesudah mengirimkan infaq, harap memberitahukan pemilik rekening (Jul Hasratman Daeli), dapat dihubungi di No. HP : 0813 745 11633 (atau 0813 632 78475), atau e-mail : julhasratman@yahoo.co.uk (cc al_firdaus007@yahoo.com)
Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana akan kami kirimkan dalam bentuk format pdf attachment, segera setelah agenda Muharram selesai… Insya Allah…
Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan mampu mewarnai FMIPA Unand dengan syiar Islam. Amin
Upin dan Ipin
Episode 1 : Esok Puasa
from : iluvIslam.com - Discover The Beauty of Islam - “Tunjukkan Kami Jalan LurusMU” (Malaysia).
Animasi ini sangat menarik. Desain gambar yang bagus dan sederhana. Dialog yang renyah tanpa meninggalkan pesan-pesan Islamnya. Lucu, menggemaskan, dan penuh inspirasi. Saya sangat sering menontonnya, tapi entah mengapa saya tidak pernah merasa bosan.
‘tuk iluvislam.com, izinkan saya mengupload salah satu episode dari serial upin & ipin dan juga membuat link di “Tautan”
Terimakasih, Thank you, Merci, Syukran Jazakallah Khairan Katsiran.
Saya ini…..
Kadang orang berpikir, saja orang Jawa. Dari nama, tampang dan sikap sehari-hari mungkin orang berpendapat demikian. Guswanto. Nama yang jawa banget ya. Ada agus-nya, ada anto nya. Jadi teringat dengan Suharto.
Waktu KPST dulu, (KPST itu Kuliah Praktek Sains dan Teknologi) di PT. INALUM Asahan Sumatera Utara, banyak karyawan-karyawan disana menyangka aku juga orang Jawa. Agus, kan nama orang Jawa.
Saya ini ternyata asli minang. Orang tua berasal dari daerah Lubuk Alung Pariaman. Ayah koto, Ibu Jambak. Jadinya saya Jambak. Jadi buat teman-teman semua, jangan bilang lagi saya orang Jawa ya. Please….. Saya gak bisa bahasa jawa…
Kaku Banget
Sering orang bilang, blog ini terlalu kaku. Pemilihan theme nya old fashion, Alias selera orang-orang tua. Tulisannya, gak beraturan. Kadang timbul ,kadang tenggelam. Gak konsisten dan sebagainya.
Yah gimana lagi, begitulah saya apa adanya.
Sebentar ini saya membaca blog seorang adik yang dulu tergabung di LP2I. Blognya bagus dan aktif. Ide-idenya bervariasi. Tampilannya sederhana tapi berbobot. Berbobot di segi ramainya. Banyak yang mengomentari tulisannya. Sejenak saya merenung, gimana kalo blog saya di wordpress saja, sehingga saya bebas otak-atik tampilan. Gak seperti di blogsome, susah bana (banget). Untuk ganti theme aja, harus kembali mengatur semua tulisan. bayangkan, saya harus mengedit semua tulisan yang ada.
Setelah pikir-pikir lagi, untuk apa saya pindah blog. Toh saya disini bisa menunjukkan siapa saya, disini saya bisa memasukkan ide-ide, walaupun ide-ide itu tidak kreatif sama sekali. Disini saya bisa dilihat orang. Disinipun saya bisa mengutarakan isi hati.
Tu’ adek Desti Utami, terima kasih atas ide blognya , walaupun tidak mampu mengajak saya pindah ke wordpress. Boleh ya dibuat linknya di daftar “tautan”. Merci Beaucoup